Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Benny Handoko: Saya Siap Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Written By Unknown on Rabu, 02 Oktober 2013 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Benny Handoko, pemilik akun Twitter @benhan, akan menjalani sidang perdananya dalam perkara pencemaran nama baik politisi Partai Golongan Karya Misbakhun, di Pengadilan Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013). Benhan mengaku siap menjalani sidang perdana.

"Saya siap menjalani sidang perdana ini. Tim kuasa hukum juga mendampingi, dan rekan-rekan sesama blogger dan juga banyak masyarakat memberikan dukungan," kata Benhan yang mengaku tengah dalam perjalanan menuju pengadilan, Rabu, sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera Misbakhun melaporkan Benny ke Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Desember 2012. Kuasa Hukum Misbakhun, Dewi Sartika, mengatakan Benny melalui akun twitter @benhan melakukan pencemaran nama baik dan fitnah. Dalam akun Twitternya @benhan, Benny Handoko menulis "Misbakhun sebagai perampok Bank Century".

Kamis (5/9/2013), Benny datang ke Polda Metro Jaya untuk menyelesaikan pemeriksaannya. Kemudian, Benny berangkat ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menyerahkan berkas. Di sana ia menunggu Jaksa datang hingga pukul 14.00 WIB.

Tepat satu jam kemudian, keluar surat penangkapan pada Benny dan ia langsung di bawa ke Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur. Benhan, hanya satu hari mendekam dalam tahanan sebelum akhirnya penahanannya ditangguhkan dengan jaminan sang istri. Dalam tahanan, Benhan sempat digunduli dan ditelanjangi layaknya tahanan kriminal.


11.53 | 0 komentar | Read More

Kasus Salah Tangkap Dipicu Laporan Aksi Gendam

TRIBUN-MEDAN.com, PAMEKASAN - Di balik kasus salah tangkap yang dilakukan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan, terhadap Rudi Hartono (24), warga Dusun Bangkal, Desa Lembung, Kecamatan Galis, Minggu (29/9/2013), ada laporan Suparto, warga Jalan Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar.

Suparto dalam laporannya di hari yang sama, menuduh Rudi sebagai pelaku penipuan transaksi penjualan mobil Suzuki Sidekick.

Setelah melapor, Suparto kemudian mengajak Polisi untuk menangkap Rudi di rumahnya. Karena tidak ada di rumahnya, Rudi kemudian dikejar ke rumah isterinya di Dusun Candi Utara, Desa Polagan oleh delapan anggota Reskrim.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Muhammad Nur Amin, Rabu (2/10/2013) mengatakan, setelah Suparto diperiksa atas laporan yang disampaikan ke Polres, terindikasi bahwa yang bersangkutan terkena gendam oleh pelaku yang membawa kabur mobilnya.

Suparto seperti tidak sadar ketika menyerahkan surat-surat kendaraannya kepada pelaku. "Saat menerima kantong plastik berisi uang, Suparto juga tidak sadar kalau uang itu bercampur dengan kertas yang dipotong seukuran uang. Ini mengindikasikan pelapor terkena gendam," ungkapnya.

Polisi ketika mencocokkan keterangan pelapor dengan Rudi Hartono yang diduga sebagai pelaku penipuan, ternyata juga tidak tahu pasti dengan sosok Rudi Hartono. Sehingga Polisi harus menggunakan berbagai cara agar Rudi mengakui tuduhan yang dilaporkan Suparto kepada Polisi.

"Karena tidak ada kecocokan antara Rudi Suparto dengan keterangan Suparto, akhirnya Rudi kami serahkan kembali kepada keluarganya," ujar Nur Amin.

Sebelumnya diberitakan, Polres Pamekasan diduga salah tangkap warga atas nama Rudi Hartono. Rudi dituduh melakukan penipuan dalam transaksi mobil dengan Suparto. Rudi ditangkap di rumah isterinya Minggu (29/9/2013) dan digiring ke Polres Pamekasan.

Setibanya di Polres, Rudi diintrogasi bahkan sempat dipukuli oleh Polisi bernama Adam di pipi kanannya hingga rahangnya bengkak. Rudi dilepaskan kembali karena tidak terbukti sebagai pelaku. 


11.53 | 0 komentar | Read More

Hidayat Grogi Hadapi Sidang Dakwaan

Laporan wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Hidayat Batubara, mantan Bupati Madina mengaku grogi menghadapi sidang pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (2/10). Hidayat tersandung kasus dugaan suap proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebesar Rp 32 miliar.

"Ya, namanya nggak pernah begini (sidang.red) pasti ada (grogi.red) lah," ucap Hidayat didampingi sejumlah koleganya.

Hidayat yang hari itu tampak mengenakan kemeja putih bermotif batik tampak tegang. Dia mengaku hadir ke persidangan tanpa didampingi keluarganya.

"Isteri tidak ada. Saya sendiri saja," katanya.

Hidayat menyebutkan tidak ada persiapan khusus jelang menghadapi sidang pembacaan dakwaan. Bahkan dia mengaku bisa tidur pulas malam tadi.

(cr5/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Palmex Diikuti 90 Perusahaan dari 7 Negara

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Joseph Wesly Ginting

TRIBUNMEDAN.com,MEDAN - Pameran industri minyak sawit terbesar di Indonesia, Palmex Indonesia 2013, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu (2/10/2013). Palmex Indonesia merupakan pameran terbesar untuk industri kelapa sawit di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara yang saat ini telah menjadi referensi teknlogi-teknologi terbaru bagi pelaku industri kelapa sawit.

Pameran business-to-business ini akan berlangsung selama tiga hari di Medan International Convention Center di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, mulai 2 – 4 Oktober 2013.

"Tahun ini merupakan penyelenggaraan pameran PALMEX Indonesia yang kelima kalinya. Pameran ini merupakan satu-satunya pameran industri kelapa sawit yang mengumpulkan industri hulu dan hilir serta industri pendukung lainnya secara bersamaan di ibu kota Sumatera Utara yaitu Medan, yang bertujuan untuk menampilkan perkembangan terbaru Industri kelapa sawit," ujar Direktur Utama PT Fireworks Indonesia,  Susan Tricia, selaku penyelenggara Palmex Indonesia 2013.

Sebanyak 90 peserta pameran yang berasal dari lebih dari 7 negara di dunia akan menampilkan perkembangan terbaru teknologi dan peralatan kelapa sawit.

Para peserta pameran menghadirkan berbagai pilihan teknologi, produk serta solusi terbaru yang diperlukan untuk mengolah kelapa sawit. Berbagai teknologi yang meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja pabrik kelapa sawit dan juga untuk menambah produksi dalam waktu bersamaan serta ramah lingkungan.

(Cr4/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Bupati Madina Jalani Sidang Kasus Gratifikasi

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kasus suap Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (2/9/2013).

Hidayat yang mengenakan batik putih gading didampingi oleh empat dari sebelas anggota tim kuasa hukumnya yang dipimpin Refman Basri. Ia didakwa melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 11 UU Tipikor tentang gratifikasi karena diduga menerima uang dari pengusaha konstruksi Surung Panjaitan.

Hidayat menyatakan tidak keberatan atas dakwaan jaksa penuntut dari KPK.

"Lanjut saja majelis," katanya saat ditanya Ketua Majelis Agus Setiawan usai pembacaan dakwaan.

Namun jaksa penuntut umum mengaku belum menyiapkan saksi. Tim pengacara Hidayat sempat mengajukan permintaan untuk mengganti jadwal persidangan berikutnya menjadi Kamis karena beberapa anggota tim berhalangan hadir pada hari Rabu.

Namun, majelis hakim menolak permintaan itu dan hanya menjanjikan akan mengevaluasi jadwal sidang apabila untuk kedepannya tiga persidangan dengan tiga terdakwa kasus suap gratifikasi, pengusaha Surung Panjaitan, Bupati Hidayat, dan Plt Kadis Pekerjaan Umum Khairul Anwar tidak cukup dilaksanakan dalam satu hari.

"Anggota timnya kan ada sebelas. Jadi kalau ada yang nggak datang beberapa kan tidak ada," katanya.

(ton/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Australia Dukung Kedaulatan Indonesia di Papua

Written By Unknown on Selasa, 01 Oktober 2013 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan dukungannya atas kebijakan Pemerintah Indonesia serta kedaulatan Indonesia atas Provinsi Papua.

Abbott yang untuk pertama kalinya mengunjungi Indonesia sebagai Perdana Menteri lugas menyebut Papua sebagai bagian integral dari Indonesia. Dia juga bahkan menyebutkan akan membantu Indonesia jika ada yang berupaya untuk melawan pengakuan kedaulatan atas Papua.

"Kepada Anda bapak presiden dan kepada rakyat Indonesia, Pemerintah Australia memandang serius kalau ada yang ingin menggunakan negara kami melawan Indonesia. Kami akan lakukan apa yang kami bisa untuk mengagalkan dan mencegahnya," janji Abbott, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (30/9/2013).

Abbot juga menyampaikan kalau dirinya yakin rakyat Papua bisa menggapai masa depan lebih baik sebagai bagian dari Indonesia.

Respon pernyataan itu disampaikan Abbott usai Yudhoyono juga menyinggung soal isu Papua. Yudhoyono mengungkapkan telah mengedepankan kebijakan kesejahteraan dan demokrasi di Papua yang dipandang sebagai solusi terbaik.

"Sebagai contoh, biaya pembangunan per kapita di seluruh Indonesia yang paling tinggi itu untuk Papua," jelasnya.

Kendati demikian Yudhoyono mengakui terdapat masalah lokal setempat dan struktural yang mesti dihadapi.

"Negara ini adalah negara demokrasi, tentu masalah ekspresi itu bagian dari demokrasi, tapi satu hal Papua bagian integral Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Yudhoyono.

Sebelumnya ada dorongan buat Tony Abbott agar membahas dugaan pelanggaran HAM di Papua bersama Yudhoyono.  Isu ini juga sempat dilontarkan Perdana Menteri Vanuatu, Moana Karkas Kalosil, dalam pertemuan Majelis Umum PBB yang sedang membahas krisis Suriah.

Dia menuding PBB ikut mengabaikan masyarakat Papua Barat dan penderitaan mereka karena tidak berarti.  PM Kalosil juga meminta PBB  menyelidiki dugaan kasus pelanggaran HAM di Papua.


11.53 | 0 komentar | Read More

Demokrat Pasrah soal Nasib Ruhut

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku telah berusaha sebaik mungkin untuk menggolkan penunjukan Ruhut Sitompul menjadi Ketua Komisi III DPR. Nurhayati siap menerima semua hasilnya, termasuk bila Ruhut batal dilantik sebagai ketua komisi.

Nurhayati menuturkan, waktu yang disediakan untuk melakukan lobi kepada seluruh fraksi di Komisi III telah dimanfaatkannya dengan baik. Menurutnya, lobi merupakan hal yang wajar dan hasilnya akan diketahui pada waktunya.

"Saya yakin semua akan ada hasil terbaik, saya enggak khawatir, yang penting saya melakukan yang terbaik," kata Nurhayati, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Saat ditanya apakah dirinya khawatir dicap gagal sebagai ketua fraksi jika kemudian pelantikan Ruhut dibatalkan, Nurhayati menjawabnya dengan tenang. Baginya, semua pihak berhak memberikan penilaian, dan ia memilih fokus memanfaatkan waktu untuk melakukan lobi, khususnya mencairkan fraksi yang menolak Ruhut menjadi Ketua Komisi III.

"Semua orang boleh menilai, dan saya paling enggak mau berandai-andai," tandasnya.

Untuk diketahui, rapat pleno pelantikan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR belum bisa dipastikan kapan akan digelar. Pasalnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso belum memberi kepastian karena tengah dalam suasana berduka setelah ayahnya meninggal dunia pada akhir pekan lalu.

Pada Selasa (24/9/2013), Priyo memutuskan pelantikan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III ditunda selama satu minggu. Keputusan ini diambil setelah Priyo memimpin lobi fraksi di Komisi III setelah rapat pleno tak dapat mencapai musyawarah mufakat.

Priyo menyampaikan, selanjutnya, ia memberi kesempatan pada Fraksi Demokrat untuk mengkaji ulang putusannya yang menunjuk Ruhut Sitompul menjadi Ketua Komisi III menggantikan Gede Pasek Suardika. Dengan ditundanya pelantikan Ruhut, secara otomatis Pasek masih sah menjadi Ketua Komisi III.

Penetapan Ruhut sebagai pengganti Pasek diprotes oleh sejumlah fraksi seperti Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera. Ruhut yang menggantikan Gede Pasek Suardika dianggap kurang cakap untuk memimpin komisi itu.


11.53 | 0 komentar | Read More

Plt Wali Kota Medan Buka Dialog Wawasan Kebangsaan

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai kota multikulturalisme, Kota Medan menjadi sangat berpotensi dan rentan terhadap kelompok yang menginginkan adanya perpecahan. Untuk itu diperlukan peningkatan wawasan tentang kebangsaan guna lebih meningkatkan lagi persatuan dan kesatuan serta kerukunan maupun sikap-sikap toleransi yang selama ini sudah terbina dengan baik.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan Ir Qamarul Fatah ketika membuka Dialog Wawasan Kebangsaan Bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Etnis Kecamatan se-Kota Medan Tahun Anggaran 2013 di Inna Dharma Deli Hotel Medan, Selasa (1/10).

"Kita tidak ingin suasana kondusif dan harmonis yang sudah terwujud di tengah-tengah masyarakat terusik dan terganggu, baik oleh tindakan-tindakan kriminalitas berskala tinggi. Apalagi ancaman-ancaman keamanan yang lebih ekstrim. Untuk itulah saya sangat mengapresiasi digelarnya dialog ini," kata Qamarul.

Menurut Qamarul, sebagai komponen terdekat dengan masyarakat, tokoh masyarakat memiliki peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam menjaga harmonisasi sosial di tengah-tengah masyarakat. Karenanya, para tokoh masyarakat diharapkan mampu dan tanggap melihat setiap gangguan yang berpotensi menggangggu keamanan dan ketertiban. Apalagi sampai memecahbelah kerukunan masyarakat.

Atas dasar itulah Qamarul berharap melalui dialog yang digelar ini, wawasan serta pemahaman bersama tentang wawasan kebangsaan dapat semakin baik, terutama dalam menilai gerak-gerik mencurigakan yang dapat memecah persatuan dan kesatuan. "Saya yakin kita semua punya ketangguhan dan kemampuan untuk melakukan langkah-langkah antisipatif guna memecah atau menanggulangi secara bersama-sama segala potensi gangguan-gangguan tersebut," ungkapnya.

Dalam acara yang turut dihadiri Ketua MUI Kota Medan Prof DR M Hatta, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Medan H Iwan Zulhami SH MAP, mewakili Kapolresta Medan dan Dandim 0201 0201/BS, Eldin selanjutnya ingin dialog ini juga menghasilkan berbagai formula yang semakin kemprehensif guna menciptakan kondisi dan situasi harmonis di tengah masyarakat.

Kemudian Qamarul menjelaskan, sesuai dengan dinamika dan kemajuan pembangunan, ada kecendrungan gangguan keamanan dan ketertiban umum dilakukan sitematis dengan modus dan motif bervariatif dengan pemanfaatan perangkat teknologi secara illegal. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan mengkomunikasikan semua pola-pola tindakan kriminalitas tersebut di tengah-tengah masyarakat.

"Selain itu harus ada tindakan-tindakan cegah tangkal di tingkat individu dan kelompok. Jadi kita perlu kesiapsiagaan untuk mencegah tindakan-tindakan kejahatan, terutama tindakan teror berbasis masyarakat yang terlembaga dan terkoordinasi dengan baik. Karena itukita harus membangun sinergitas diantara seluruh perangkat pemerintahan dan negara, baik di tingkat kota, kecamatan, kelurahan sampai tingkat lingkungan dengan melibatkan peran semua pihak, termasuk tokoh masyarakat," harapnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga SH dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan dialog ini digelar disamping untuk meningkatkan peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh etnis, sekaligus diharapkan dapat sebagai mediator dalam penciptaan situasi kondusifitas di masyarakat sehingga terciptanya keamanan, ketertiban dan kenyamanan di tengah masyarakat, khususnya Kota Medan.

Cheko menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama 4 hari diikuti lebih kurang 1.050 peserta yang dilaksanakan melalui 4 angkatan berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh etnis kecamatan se-Kota Medan. Sebagai narasumber, Cheko mengaku pihaknya mengundang Kapolresta Medan, Dandim 0201/BS, Ketua MUI Kota Medan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan.

"Dialog ini digelar sebagai bagian dari upaya Pemko Medan untuk mengisi dan memberikan masukan dalam pembangunan Kota Medan serta meningkat peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh etnis dalam menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di masyarakat melalui pemahaman 4 pilar kebangsaan di kalangan masyarakat.

Mengingat di era globalisasi ini sangat rentan terjadi persoalan-persoalan sosial yang menjurus konflik sehingga dapat mengaburkan nilai-nilai ideology kebangsaan," jelas Cheko.

(*/afr/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Gamawan Jawab Basuki: Saya Memang Lagi Belajar Konstitusi

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal dirinya harus belajar lebih jauh soal konstitusi.

"Ya, saya memang masih belajar konstitusi," ujar Gamawan seusai Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Selasa (1/10/2013) pagi.

Soal pernyataan sebelumnya bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus mengevaluasi penempatan Lurah Susan dalam waktu yang cepat, Gamawan meralatnya. Menurutnya, dia menyerahkan kasus tersebut kepada Jokowi sebagai pihak yang paling berwenang atas itu.

"Tanya ke Gubernur saja. Mau evaluasi atau tidak, terserah dia bagaimana baiknya," ujarnya.

Namun, ia tak menyesal telah melontarkan pernyataan itu. Ia mengaku hanya menyampaikan hal yang dianggapnya sesuai dengan norma.

Sebelumnya, Gamawan sempat menyarankan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengevaluasi penempatan Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, lantaran mendapat penolakan dari warganya. Jokowi dan Basuki menolak saran itu dan lebih memilih menjalankan mekanisme yang ada, yakni mengevaluasi Susan enam bulan sekali.

Menanggapi hal itu, Basuki meminta Gamawan belajar konstitusi terlebih dahulu sebelum berbicara. "Jadi, Mendagri harus belajar konstitusi, Ahok yang bilang," ujar Basuki dengan nada tinggi.


11.53 | 0 komentar | Read More

Tim Penghancur Senjata Kimia PBB Tiba di Suriah

TRIBUN-MEDAN.com, DAMASKUS - Sebuah tim perlucutan senjata dijadwalkan tiba di Damaskus, Selasa (1/10/2013), dalam misi pengancuran senjata kimia Suriah.

Tim ini datang sehari setelah para pakar PBB menyelesaikan investigasi terkait dugaan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara Suriah.

Tim yang terdiri dari 20 orang pengawas dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang bermarkas di Den Haag, Belanda bertugas untuk menjalankan resolusi PBB yang memerintahkan penghancuran senjata kimia Suriah.

Operasi untuk menyingkirkan semua persenjataan kimia Suriah yang dijadwalkan selesai pada pertengahan 2014 merupakan sebuah operasi terbesar dan paling berbahaya.

Persediaan senjata kimia Suriah diyakini terdiri atas lebih dari 1.000 ton sarin, gas mustar, dan bahan-bahan kimia terlarang lainnya yang disimpan di 45 lokasi di seluruh penjuru Suriah.

Tim OPCW ini sudah sampai di Beirut, Lebanon pada Senin (30/9/2013) sebelum menyeberang ke Suriah lewat jalan darat. Penerbangan ke Damaskus tidak dilakukan karena jalan utama yang menghubungkan Damaskus dan bandara merupakan lokasi pertempuran.

Awal bulan ini, tim penyelidik mengirimkan hasil penyelidikan sementara yang memastikan penggunaan gas sarin dalam serangan kimia pada 21 Agustus 2013 di pinggiran kota Damaskus.


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger