Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Jefrizal: Pemain Butuh Insting

Written By Unknown on Jumat, 04 Juli 2014 | 11.54

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Tatang Sinaga

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai asisten pelatih PSMS Medan, Jefrizal memang cukup aktif dalam memberikan masukan pada pemainnya. Selain membantu program kepelatihan pelatih kepala Legirin, Jefrizal juga sering terlibat diskusi dengan para pemainnya mengenai permainan tim.

Satu di antara hal yang sering menjadi perhatiannya adalah kemampuan pemain dalam memberikan umpan. "Seharusnya seorang pemain jika ingin memberikan umpan ke depan gawang dia tak perlu melihat pemain lain lagi. Jadi pemain harus punya insting dalam memberi assist," katanya saat dikonfirmasi Super Ball, Jumat (4/7/2014).

Jefrizal tak memungkiri bahwa para pemain perlu untuk meningkatkan umpan kepada para striker sehingga lebih reaktif dalam mencetak gol. Baik itu umpan dari sektor tengah, sayap, maupun dari bola-bola mati. (cr8/tribun-medan.com)


11.54 | 0 komentar | Read More

Alasan Yuni Shara Ramaikan Konser Akbar 'Salam 2 Jari' Tanpa Dibayar

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Yuni Shara bukanlah konglomerat. Ia tidak sanggup memberikan dukungannya terhadap Jokowi-JK dalam bentuk uang. Namun, melalui konser akbar "Salam 2 Jari Menuju Kemenangan bersama Jokowi-JK, pada 5 Juli nanti, ia ingin terlibat sebagai bentuk dukungannya.

"Saya bukan konglomerat, belum sampai segitu. Makanya yang kami lakukan hal yang kecil tapi kami terus terang ini dengan kerelaan, dengan sukarela, dengan suara hati ingin bersama-sama berkumpul di situ," ucapnya, ditemui semalam  di kawasan Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pendek kata, kakak kandung Krisdayanti ini rela nggak dibayar untuk memeriahkan konser salam 2 Jari dukung Jokowi.

Akan ada ratusan artis penyanyi dan musisi, serta pekerja yang bergerak di industri kreatif yang terlibat dalam konser yang berlansung di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

"Kami semuanya relawan, tidak dibayar, dan ingin menyenangkan, ingin bersama-sama meramaikan pesta demokrasi dengan perdamaian. Makanya kami selalu memakai salam dua jari itu salam damai," lanjutnya.

"Semoga hal-hal kecil yang kami lakukan ini mudah-mudahan bisa membantu, bisa membuat masyarakat yang masih bingung bisa menentukan pilihan pada tanggal 9 Juli nanti," tandas ibu dua anak tersebut.


11.54 | 0 komentar | Read More

Gus Mis: Jokowi Dizolimi di Bulan Suci Ramadan

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA -- Tim Pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), Zuhairi Misrawi atau akrab disapa Gus Mis menyayangkan di bulan puasa ungkapan kasar tak berakhlak kerap dialamatkan kepada Jokowi. Disayangkan karena Bulan Suci Ramadan yang menjadi bulan di mana umat sedang membersihkan diri dari segala dosa dan niat jahat, justru hal itu terjadi.

Gus Mis mengungkap sejumlah penzoliman yang dialamatkan kepada Jokowi di bulan puasa ini. Yakni, Fahri Hamzah menyebut Jokowi sinting, karena telah memenuhi permintaan para kiai dan santri agar 1 Muharram dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.

"Hemat saya, sikap tersebut sangat jauh dari spirit bulan puasa yang mengajarkan kita agar menjauhi kata-kata kotor yang dapat menimbulkan amarah orang lain," ujar Gus Mis kepada Tribunnews.com, Jakarta, Kamis (2/7/2014).

Selain itu, imbuh dia, Sekretaris tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon menyebut Revolusi Mental Jokowi sebagai ajaran komunis. Menurutnya, Pandangan ini tergolong fitnah dan tidak etis.

"Karena revolusi mental adalah ajaran pesantren dalam rangka menumbuhkan optimisme dan akhlak mulia. Bahkan, kalau mau jujur, revolusi mental adalah ajaran Rasulullah SAW, karena beliau mengajak umatnya agar selalu beramal shaleh," tuturnya.

Selanjutnya, terkait TV ONE secara terbuka menebarkan tuduhan dan fitnah terhadap Jokowi. Terakhir, imbuh dia, TVONE menuduh Jokowi menganut paham komunis.

"Ini bentuk penzoliman yang disengaja," tandasnya. Karena itu, Gus Mis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum puasa ini sebagai waktu untuk menjaga diri untuk tidak menebarkan fitnah. Apalagi jika hanya untuk kepentingan kekuasaan semata.

"Marilah kita jadikan momentum puasa sebagai momentum untuk menjaga diri kita untuk tidak menebarkan fitnah, apalagi jika hanya untuk kepentingan kekuasaan semata. Jika bangun demokrasi dengan spirit keadaban publik, yang dibangun oleh gagasan besar, bukan penzaliman," ujarnya.


11.54 | 0 komentar | Read More

Jurnalis di Medan: Siapapun Presidennya, Junjung Tinggi UU Pers

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Puluhan jurnalis media cetak dan elektronik yang bertugas di Medan melakukan aksi di depan gedung DPRD Sumut. Mereka menuntut agar pemerintah segera menuntaskan kasus penyerangan salah satu stasiun televisi swasta yang dirusak salah satu partai politik pendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Yogyakarta.

Dalam orasinya, massa meminta agar partai politik tersebut meminta maaf atas aksi penyerangan yang dilakukan beberapa waktu lalu. "Ini seharusnya tidak terjadi. Bila ada pemberitaan yang salah, sepatutnya yang merasa tidak senang harus membuat hak jawab. Bukan malah melakukan penyerangan," kata para pendemo di depan gedung DPRD Sumut, Jumat (4/7/2014).

Mereka berharap Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang maju dalam pertarungan 9 Juli 2014 mendatang haruslah menjunjung tinggi UU Pers.

"Siapapun calon presiden yang terpilih nantinya, mereka harus menjunjung tinggi UU Pers. Mereka juga harus menghormati profesi jurnalis," teriak mereka di depan gedung DPRD Sumut. (cr5/tribun-medan.com)


11.54 | 0 komentar | Read More

Harian Jakarta Post Nyatakan Dukungan ke Jokowi

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Harian The Jakarta Post menyatakan sikap resminya untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014. Sikap itu diambil setelah dilakukan diskusi panjang bersama internal redaksi senior Jakarta Post. 

Dalam editorialnya yang diberi judul "Endorsing Jokowi", Jumat (4/7/2014), Jakarta Post menyebut pasangan Jokowi-Kalla merupakan pasangan yang paling memiliki kesamaan visi dengan media tersebut. Selama ini, media berbahasa Inggris itu selalu fokus pada isu mengenai pluralisme, hak asasi manusia, dan reformasi. 

Berdasarkan catatan Kompas.com, dukungan kepada calon presiden secara resmi baru pertama kali dilakukan oleh media di Indonesia. Walau begitu, pernyataan dukungan semacam lazim dilakukan oleh media-media di beberapa negara lain.

Dalam tulisan Endorsing Jokowi tersebut, Jakarta Post menyebutkan, walau akan tetap berusaha obyektif dalam setiap pemberitaannya, jurnalisme yang dianut selalu didasarkan pada keyakinan akan kebenaran moral, sehingga pilihan harus diambil.

"Orang-orang yang baik tidak bisa diam saja tanpa berbuat apa-apa. Melainkan harus bersuara bila terjadi ketidakadilan dan berdiri tegak menolak gelombang kekuatan yang tidak baik," demikian ditulis.

Jakarta Post mencontohkan situasi serupa di Rusia tahun 1996 saat terjadi pemilihan antara Presiden petahana Boris Yeltsin melawan Gennady Zyuganov yang mewakili kekuatan lama Partai Komunis. "Itu adalah pilihan moral antara harapan melawan kekuatan masa lalu. Dan mereka memilih harapan."

Selama 31 tahun sejak berdirinya, Jakarta Post tidak pernah memberi dukungan resmi terhadap kandidat atau partai dalam Pemilu. "Namun dalam Pemilu kali ini kami terpanggil secara moral untuk tidak diam saja. Kami tidak mengarahkan dukungan ini untuk menggoyang pilihan orang lain. Namun kami tidak bisa sekedar berdiri di luar pagar ketika pilihan lainnya terlalu riskan untuk dipertimbangkan."


11.54 | 0 komentar | Read More

Warga Kupang Mengaku Dianiaya dan Ditelanjangi Satpol PP

Written By Unknown on Selasa, 01 Juli 2014 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.COM, KUPANG -- Kisruh pembangunan embung di Kabupaten Sabu Raijua berbuntut panjang. Sejumlah warga Desa Raenyale, Kabupaten Sabu Raijua mendatangi DPRD NTT, Senin (30/6/2014), guna mengadukan persoalan yang terjadi. Kedatangan 19 warga Sabu Raijua ini diterima Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara, di ruang rapat Komisi A DPRD NTT.

Selain menyampaikan tuntutan mereka agar pembangunan embung itu dihentikan, Warga juga menyampaikan adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Sabu Raijua. Mereka mengakui sudah pernah membuat surat penolakan namun tidak digubris. Bahkan meraka sudah pernah mengadukan kepada DPRD setempat namun tidak ada jalan keluar.

Perwakilan warga Raenyale, Ferdinan Balamata mengatakan, puncaknya pada tanggal 25 Juni lalu, ada ratusan anggota satuan Polisi Pamong Praja mendatangi lahan itu sambil membawa serta alat berat untuk menggusur lahan. Dari situlah penganiayaan yang mengakibatkan 13 warga luka-luka bahkan ada yang patah tulang. Ada wanita yang bahkan ditelanjangi sebelum diseret ke luar.

Ferdinan mengatakan, sebagai pemilik sah atas lahan itu, ia merasa tidak pernah ada ada pelepasan hak untuk membangun embung. Bukti kepemilikan atas lahan itu, jelas Ferdinan berupa sertifikat yang ditandatangani Swapraja Sabu pada tanggal 1 Maret 1962.

"Kami datang mau minta bantuan DPRD NTT untuk membantu kami karena sawah kami, ratusan pohon tuak, kelapa dan pohon lainnya sudah digusur. Pada tanggal 25 Juni, saudara-saudara kami dianiaya, disiksa dan bahkan diseret seperti hewan," jelasnya.

 Ny. Bernike, memberi kesaksian bahwa pada tanggal 25 Juni itu, mereka diseret sampai menangis lalu dibawa ke mobil Pol PP dan dipukuli. "Kami diseret Pol PP. Kami diseret sampai kami menangis lalu ditarik dibawah ke mobil Pol PP," katanya sambil menangis.

Menanggapi penyampaian itu, Nelson Matara mengatakan lembaga DPRD tidak bisa langsung menghentikan proyek itu. Tetapi mereka akan menindaklanjuti dengan menyurati Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua agar melakukan pendekatan secara persuasif. 


11.53 | 0 komentar | Read More

Video: Ini Games Jokowi Blusukan dalam “Jokowi GO!”

Games ini menggambarkan petualangan blusukan yang penuh dengan rintangan-rintangan kemacetan dan banjir.

Jakarta - Games "Jokowi GO!" adalah salah satu persembahan kreatif dari jaringan relawan Generasi Optimis pendukung pemenangan Jokowi-JK. Games ini menggambarkan petualangan blusukan yang penuh dengan rintangan-rintangan yang umum di Indonesia, seperti kemacetan, banjir, dsb.

Dalam games Jokowi GO!, kamu akan diajak untuk menyebarkan semangat optimisme ke seluruh rakyat Indonesia. Akan banyak rintangan yang menantang selama melakukan blusukan, namun tidak perlu cemas karena setelah kita mencapai nilai tertentu, Pak Jokowi akan datang dan siap membantumu.

Ketika Pak Jokowi datang, maka berbagai rintangan yang ada akan menghilang. Games ini berbasis Android dan iOS, dan dapat diunduh gratis. Games ini bisa didapat dari membuka link bit.ly/jokowigo atauhttp://www.generasioptimis.org/main/content/game.

Game "Jokowi GO!" dari Generasi Optimis Indonesia atau biasa disebut GO Indonesia berhasil duduk di peringkat atas untuk tiga kategori : Top Free Arcade, Top New Free Games, dan Top Free Games. 

Rilis sejak 20 Juni 2014, game "Jokowi GO!" yang merupakan hadiah ulang tahun untuk Capres Joko Widodo ke-53 ini (Jokowi) mendapat sambutan baik dari penyuka game.

Hingga 28 Juni 2014, lebih dari 60.000 pengguna Android dan iOS men-download game "Jokowi GO"  untuk smartphone mereka. Game "Jokowi GO!" mendapat rating dari 1.586 user dengan poin 4.6 dari 5. Rating user ini menunjukkan kepuasan atau kesukaan user yang tinggi pada game bertema running ini. 


11.53 | 0 komentar | Read More

Polisi Berpangkat Kolonel Ini Tewas Saat Jinakkan Bom

TRIBUN-MEDAN.COM, KAIRO - Seorang kolonel kepolisian Mesir tewas dan sejumlah polisi lainnya terluka setelah upaya mereka menjinakkan sebuah bom di dekat Istana Presiden Mesir meledak, Senin (30/6/2014).

Kepolisian sebelumnya mengatakan dua buah bom meledak di dekat istana kepresidenan, namun Kementerian Dalam Negeri Mesirmenyebut hanya satu bom yang meledak saat tim polisi mencoba menjinakkan bom itu.

Serangan bom itu terjadi beberapa hari setelah beberapa kelompok militan memperingatkan aparat keamanan bahwa mereka sudah menanam bom di dekat istana presiden.

Tidak diperoleh informasi apakah Presiden Abdul Fattah al-Sisi, mantan panglima militer yang menggulingkan Muhammad Mursi, berada di istana saat ledakan terjadi.

Insiden ini tejadi hampir setahun setelah militer menggulingkan Mohamed Mursi pada 3 Juli, yang memicu aksi unjuk rasa pendukung Mursi yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan ribuan orang.


11.53 | 0 komentar | Read More

Apoan Menduga Ada 'Konspirasi' di Pemkab Deliserdang

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUK PAKAM- Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Deliserdang, Apoan Simanungkalit, menduga ada konspirasi berbagai pihak yang mengakibatkan pengelolaan keuangan Pemkab Deliserdang tidak transparan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Jadi kasus di Pemkab Deliserdang ini bukan masalah tidak mampu memperbaiki laporan keuangan. Tetapi kalau sudah dimulai dengan berbohong, maka untuk selanjutnya untuk menutupi akan berbohong juga," kata Apoan.

Menurutnya itu adalah siklus, diawali dengan kebohongan selanjutnya akan bohong sehingga penyakitnya makin akut.

"Hal ini semua terbukti dari beberapa kasus korupsi yang saat ini dilakukan oknum pejabat di dinas PU," tambahnya.  (dra/tribun-medan.com)

 


11.53 | 0 komentar | Read More

Kedua Terdakwa Ini Saling Menjadi Saksi untuk Korupsi PLTA Asahan III

Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang dugaan korupsi pelepasan lahan untuk pembangunan sarana dan prasarana (base camp) dan access road PLTA Asahan III akan digelar hari ini. Dengan menghadirkan para terdakwa Saibon Sirait selaku Ketua P2T dan Rudolf Manurung, Wakil Ketua P2T, di Pengadilan Tipikor  Selasa (1/7).

Sidang mengagendakan mendengarkan kesaksian dari terdakwa untuk terdakwa lainnya. Terdakwa Saibon Sirait menjadi saksi untuk tindak pidana korupsi yang dilakukan Rudolf Manurung. Dan sebaliknya terdakwa Rudolf Manurung juga akan menjadi saksi untuk terdakwa Saibon Sirait.

Sebelumnya, pihak Jaksa Penuntut Umum telah menghadirkan saksi dari pihak PLN, pihak pemilik tanah, saksi ahli bidang pertanahan, bidang kehutanan dan dari dinas PU dan Bupati Tobasa, Pandapotan Kasmis yang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka. (sil/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger