Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

200 Kerangka Manusia Ditemukan di Bawah Supermarket di Paris

Written By Unknown on Senin, 02 Maret 2015 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com, PARIS - Lebih dari 200 kerangka manusia ditemukan di bawah sebuah supermarket di pusat kota Paris, yang pada abad ke-12 merupakan lokasi sebuah rumah sakit dan kuburan. Rumah sakit itu dihancurkan pada akhir abad ke-18 dan kuburan itu dipindahkan.

Kerangka-kerangka manusia itu ditemukan pada Januari lalu sewaktu dilakukan pekerjaan rekonstruksi ruang bawah tanah supermarket Monoprix di Sebastopol Boulevard. Beberapa arkeolog mengatakan kerangka manusia itu dikubur di delapan kuburan massal. Pakar-pakar itu mengatakan melihat cara kerangka itu dikubur tampaknya mereka adalah korban penyakit, bukan korban karena konflik.

The French National Institute of Archeological Research akan melakukan penelitian sejarah untuk menentukan penyebab kematian orang-orang yang dikubur di tempat yang baru ditemukan itu. Uji DNA akan dilakukan untuk melihat adanya kemungkinan hubungan genetika diantara mayat-mayat itu.

Rumah sakit Trinity dari abad ke-12 itu dihancurkan untuk memuluskan pembangunan di lokasi itu. Kerangka manusia yang ada di kuburan di dekat rumah sakit itu dipindahkan ke Paris Catacombs. Tetapi tampaknya pekerjaan itu tidak dilakukan dengan sempurna.

Para karyawan supermarket itu tertegun ketika mengetahui selama ini mereka bekerja di diatas sebuah kuburan kuno.

Para arkeolog diperkirakan akan menyelesaikan pekerjaan mereka di bawah supermarket Monoprix itu pada akhir Maret ini.


11.53 | 0 komentar | Read More

Seorang Perempuan Dibakar Hidup-hidup karena Diduga Pengebom Bunuh Diri

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang perempuan yang diduga pengebom bunuh diri dipukuli dan dibakar sampai mati di Nigeria, Minggu (1/3/2015).

Dia diserang warga di kota Bauchi, Nigeria utara, setelah menolak untuk diperiksa di pintu masuk pasar terbesar di kota tersebut.

Seorang saksi mata mengatakan kerumunan massa kemudian memaksa untuk menggeledahnya dan menemukan dua botol diikat di tubuhnya.

Perempuan muda itu kemudian dipukuli dan beberapa ban ditaruh di atas tubuhnya sebelum dibakar hingga korban tewas.

Polisi mengatakan tidak ada bukti-bukti kalau perempuan muda tersebut membawa bahan peledak.

Rangkaian serangan bom bunuh diri yang dituding dilakukan kelompok militan Boko Haram melanda beberapa tempat di Nigeria, termasuk di Bauchi.

Militan Boko Haram -yang memperjuangkan syariat Islam di Nigeria- dituduh menggunakan perempuan sebagai pelaku bom bunuh diri.

Dalam beberapa serangan bom bunuh diri, dilaporkan beberapa remaja perempuan melakukan serangan namun tidak jelas apakah mereka meledakkannya sendiri atau dikendalikan dari jarak jauh.

Boko Haram sudah mengancam akan mengganggu pemilihan presiden dan parlemen Nigeria yang rencananya akan digelar pada 28 Maret dengan alasan bahwa demokrasi merupakan konsep Barat yang tidak benar.

Diperkirakan sekitar 10.000 orang tewas dalam rangkaian serangan Boko Haram sepanjang tahun lalu, meningkat pesat dari 2.000 jiwa dalam empat tahun sebelumnya.


11.53 | 0 komentar | Read More

Sikap Amien Rais Dinilai Kekanak-kanakan

TRIBUN-MEDAN.com, NUSA DUA — Ketua DPW PAN Papua Abock Bus mengaku kaget dengan pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais saat pembukaan Kongres IV PAN, Sabtu (28/2/2015). Menurut dia, tidak sepantasnya tokoh senior sekaliber Amien mengeluarkan pernyataan demikian di depan publik.

"Kami enggak paham ya. Kita semua kaget dengar pidato kemarin. Kami juga tidak tahu apa latar belakang Amien mengeluarkan pernyataan itu," kata Abock di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015).

Abock pun menduga, tindakan itu dilakukan Amien untuk menarik simpati DPW dan DPD agar memilih jagoannya, Zulkifli Hasan, pada saat pemilihan ketua umum PAN nanti. Menurut dia, saat ini popularitas Amien di kalangan kader sudah menurun.

"Kekanak-kanakan ya karena pendukungnya tidak kuat. Tapi kami tidak tahu juga ya apa motifnya," ujarnya.

Lebih jauh, ia menyesali langkah politik Amien yang mendukung Zulkifli. Menurut dia, sebagai ketua majelis pertimbangan dan sekaligus senior partai, Amien seharusnya tidak memihak salah satu pihak.

"Pak Amien seharusnya duduk sebagai ketua dan pembina yang adil, berdiri sama rata. (Amien) sudah secepatnya diganti," ujarnya.


11.53 | 0 komentar | Read More

Jokowi Dianggap Sepelekan Permohonan Grasi Terpidana Mati

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Sosiolog Universitas Negeri Jakarta Robertus Robet menilai Presiden Joko Widodo menyepelekan permohonan grasi bagi para terpidana mati yang berusaha memohonkan keadilan. Menurut Robert, Jokowi menolak permohonan grasi tanpa membaca isi permohonan dan rekomendasi dari pihak lain.

"Jokowi memutus tanpa memeriksa secara detail mengenai perubahan-perubahan terpidana. Bahkan tidak memeriksa berkas-berkas. Presiden cenderung tidak ambil pusing menyangkut nyawa orang," ujar Robert dalam konferensi pers di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta, Minggu (1/3/2015).

Robert menjelaskan, dalam kuliah umum yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Selasa (9/12/2014), di hadapan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Presiden memastikan akan menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba.

Menurut Robert, keputusan menolak grasi tersebut dibuat sebelum para terpidana yang saat ini menunggu giliran eksekusi, mengirimkan permohonan grasi. Selain itu, menurut Robert, dalam sebuah pernyataan, Jokowi malah mengatakan bahwa keputusan hukuman mati ditetapkan oleh pengadilan, sementara ia hanya menolak permohonan.

Robert mengatakan, seharusnya Jokowi dapat lebih mempertimbangkan dengan memeriksa isi permohonan mengenai kemungkinan adanya kekeliruan dalam proses hukum. Menurut dia, Jokowi juga perlu meneliti rekomendasi dari pihak-pihak lain secara lebih terperinci.

"Tidak adil bagi terpidana yang berkelakuan baik dan berguna bagi lingkungan, tetapi tidak diperhitungkan pada saat memohonkan grasi. Presiden, berhentilah mengambil sikap konyol untuk kasus yang genting," kata Robert.


11.53 | 0 komentar | Read More

Misteri Pengusul Anggaran "Trilogi Ahok" Senilai Rp 30 Miliar

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Adanya usulan program pengadaan buku trilogi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuat sang gubernur geram. Ia merasa dijebak atas anggaran yang diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 versi DPRD DKI.

Pasalnya anggaran ini tidak diusulkan di dalam RAPBD yang telah disahkan dalam paripurna dan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.

Pengadaan buku trilogi Ahok itu ditemukan di pos anggaran Dinas Pendidikan. Basuki maupun Dinas Pendidikan tidak merencanakan pengadaan buku tersebut. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pagu anggaran untuk pengadaan buku tersebut. Hanya saja, setelah melalui proses pembahasan di Komisi E (bidang kesejahteraan masyarakat) DPRD DKI, pengadaan buku trilogi tersebut dianggarkan hingga Rp 30 miliar. 

Terdapat tiga judul buku trilogi Ahok yang direncanakan: yakni Nekad Demi Rakyat (senilai Rp 10 miliar), Dari Belitung Menuju Istana (senilai Rp 10 miliar), dan Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negaraku (senilai Rp 10 miliar).

"Gila, ngapain bikin buku trilogi? Itu namanya fitnah banget. Gila gue masih mampu bikin buku (pakai biaya) sendiri," kata Basuki, di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2015) lalu.

Mengetahui adanya usulan pengadaan buku senilai Rp 30 miliar itu, Basuki langsung menyisir menggunakan sistem e-budgeting. Menurut Basuki, anggaran itu lebih baik dialihkan untuk pembiayaan renovasi sekolah maupun perbaikan kualitas pendidikan lainnya.

"Makanya ada permintaan (pengadaan buku trilogi) itu, saya kaget," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.


11.53 | 0 komentar | Read More

Ini Cara Mudah Bikin Pelembut dan Pewangi Pakaian Gak berbahaya

Written By Unknown on Minggu, 01 Maret 2015 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com - Wewangian pakaian buatan pabrik sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, jika digunakan terus-menerus dengan tujuan menjadi pelembut kain.

Pelembut pakaian diketahui salah satu penyebab utama alergi. Mengingat fakta bahwa itu mengandung banyak bahan kimia, produk ini berbahaya bagi kesehatan kita.

Anda mungkin telah mendengar "jika Anda tidak dapat memasukkan ke dalam mulut Anda, jangan meletakkannya di kulit Anda juga".

Pelembut kain melakukan "perjalanan" dari pakaian ke kulit kita dan setelah itu, melalui pori-pori kita, mereka masuk ke tubuh kita dan melakukan pebgerusakan.

Oleh karena itu, cobalah menghindari pelembut kain kimia ketika Anda mencuci dan, terutama, pakaian anak-anak Anda.

Phthalates biasanya digunakan untuk mendapatkan aroma dan telah terbukti mereka sangat berbahaya bagi keseimbangan hormonal pada hewan. Jadi, bila menggunakan pelembut kita tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi lingkungan kita juga.

Semua alasan ini harus cukup bagi Anda untuk mulai membuat pelembut kain alami. Bahan yang Anda perlukan untuk membuat pelembut sangatlah mudah tersedia: air, baking soda, cuka sari apel dan minyak esensial.


11.53 | 0 komentar | Read More

Komunitas HOPE: Kami Peduli Karena Pernah Mengalaminya

Laporan wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Samsudin founder komunitas Helping Other Expectattion (HOPE) Menuturkan di bentuknya komunitas ini berawal dari pengalaman pribadi yang di alami para pendirinya.

"Kita para pendiri komunitas ini pernah mengalami hal yang dialami oleh pasien kami. Yang bisa saya ceritakan adalah diri saya sendiri, saya orang yang tidak berpunya dulunya dan kehilangan ayah karena sakit jantung. Selain saya pendiri yang lain juga ada mengalami masalah yang dialami oleh pasien-pasien kami," ujarnya ketika diajak berbincang di salah satu rumah penggiat komunitas ini, Jalan Berlian Sari, Sabtu (28/1)

Menurutnya setelah banyak melakukan berbagai kegitan dengan komunitas ini, ia merasa kegiatan yang dilaksankan sudah seperti gaya hidup. "Setelah kita menjalani kegiatan dalam kegiatan kasih ini, kami merasa bahwa kegiatan yang kami sering lakukan menjadi sebuh gaya hidup. Yang tidak bisa kami tinggalkan begitu saja, yang akhirnya membawa komunitas ini seperti sekarang," ucapnya

Ia menceritakan komunitas ini adalah komunitas yang bergerak dalam pendidikan dan kesehatan. "Komunitas ini adalah komunitas yang fokus untuk mengembangkan pendidikan dan kesehatan. Kenapa begitu karena jika kita menyakini dengan pendidikan maka peluang untuk merobah nasib lebih besar, dan dengan tubuh yang sehat maka akan bisa bekerja mencari nafkah sehari-hari," katanya.

Samsudin mengatakan HOPE sebagai tim kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan dana pengobatan. "Kami menghimpun dana secara berkesinambungan dari donatur/masyarakat luas untuk disalurkan kepada pasien sakit dari ekonomi menengah ke bawah yang kesulitan berobat dikarenakan ketidaksanggupan biaya," katanya.

Bukan hanya disitu, Samsudin menyampaikan bahwa mereka juga ini juga melakukan penanganan pasien. "Kami menangani pasien berobat dari awal hingga sembuh, Proses pengobatan ini dapat dilakukan baik di dalam maupun luar negeri bila diperlukan, seperti adek kita si Kimberly," ujarnya.

Samsudin menjelaskan, bahwa setiap kegiatan yang mereka lakukan adalah kegiatan untuk membantu sesama. "Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan adalah kegiatan untuk berbagi kasih dengan orang lain yang membutuhkan, seperti kami dulu. Kami berharap dengan kegiatan kami ini kami bisa mengurangi sedikit beban orang-orang yang membutuhkan bantuan ini," ujarnya.

Ia melontarkan bahwa kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan lebih banyak di Luar Medan. "Kegiatan ini kita laksankan bukan hanya di Medan, kita malah lebih sering melakukanya di luar daerah, karena kita menyakini di daerah pinggiran kita akan menemukan lebih banyak yang membutuhkan bantuan pendidikan dan kesehatan" ujarnya.

Laki-laki berkacamata ini mengatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan bermacam-macam bentuknya. "Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan bermacam-macam. Seperti dalam bidang kesehatan, kami mengadakan periksa kesehatan gratis, membantu pasien-pasien yang ingin berobat kerumah sakit, memberikan bantuan pendidikan, dan juga bantuan lainnya. Yang pastinya kita fokus dalam pedidikan dan kesehatan, tandasnya. (cr7)


11.53 | 0 komentar | Read More

"Begal Motor Itu Kejam, tapi Begal yang Pakai Dasi Lebih Kejam"

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Warga menyampaikan beragam komentar terkait kisruh APBD antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan DPRD DKI. Dukungan terhadap Ahok disampaikan warga dalam aksi "Gue Ahok, Lawan Begal APBD" di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2015).

Beragam pesan warga ditulis pada selembar kertas yang di tempel di papan. Penyelenggara aksi menyediakan enam papan tulis kecil yang dijejerkan di tepi jalan di Bundaran HI pada saat car free day berlangsung.

Ada dua tema yang bisa disuarakan warga, yakni "Untuk Ahok" dan "Begal APBD". Papan untuk Ahok berisi nada-nada dukungan terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu. Sementara papan "Begal APBD" berisi nada kecaman. (baca: "Ahok Kasar tapi Jujur, daripada Alim tapi Begal")

Untuk Ahok, pesan dari warga tersebut diantaranya "Maju terus Ahok, you are not alone. We are with you #saveahok @temanahok", "Jangan takut Pak Ahok, kami warga DKI dukung perjuangan Anda", "Mr Ahok don't give up", "Pak Ahok kami mendukung untuk berantas korupsi maju terus demi Jakarta dan negara", dan "Nurani ini untuk mendukung #saveahok God Bless You!!."

Adapun kecaman terhadap dugaan penyimpangan APBD DKI diantaranya, "DPRD No!!! Ahok Yes!", "Gw kaga RELA uang pajak gw cuma dikuasi tikus-tikus UPS!! #gwahok #saveahok", "Begal dasar koruptor dipelihara jg tetap koruptor", "Begal motor itu kejam, tapi begal yang pakai dasi itu lebih kejam #berantaskoruptor".

Koordinator acara Aditya Yogi Prabowo menuturkan, papan "Untuk Ahok" ditujukan bagi Ahok sementara papan "Begal APBD" diperuntukan bagi DPRD. (baca: Kisruh APBD, Jokowi Sebut Rehabilitasi Sekolah Lebih Penting daripada Beli UPS)

Dugaan penyimpangan APBD DKI sudah dilaporkan Ahok kepada KPK. Kini, KPK tengah melakukan telaah dan akan dilanjutkan ke penyelidikan jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi. (baca: KPK Telaah Laporan Ahok)

Ahok mempermasalahkan APBD DKI 2015 yang, menurut dia, ada penyimpangan. Ahok menyebutkan, ada anggota DPRD yang memotong 10-15 persen anggaran pada program unggulan dalam Rancangan APBD 2015, lalu dialokasikan untuk program-program bernilai total Rp 12,1 triliun yang, menurut dia, tak penting.


11.53 | 0 komentar | Read More

Komentar Mantan Bek Arsenal soal Kartu Merah Salah Alamat

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan bek Arsenal, Martin Keown, ikut berkomentar tentang kartu merah salah alamat yang diberikan kepada Wes Brown, saat Manchester United menang 2-0 atas Sunderland dalam lanjutan Premier League, Sabtu (28/2/2015), di Old Trafford. Menurut Keown, John O'Shea yang seharusnya diusir.

Dalam laga tersebut, MU mendapatkan penalti pada menit ke-64, setelah Radamel Falcao dijatuhkan oleh O'Shea. Di sinilah momen yang cukup membingungkan, karena wasit Roger East justru mengusir Brown.

Para pemain Sunderland melancarkan protes. Bahkan O'Shea sudah melepas ban kapten di lengannya karena sadar dia yang akan diganjar kartu merah karena lebih dulu menahan dan menarik Falcao, yang akan melepaskan tendangan ke gawang.

Rupanya East memiliki pandangan yang berbeda. Meskipun sempat berkonsultasi dengan asistennya melalui headset, tetapi dia tetap mengusir Brown, yang dianggap menjatuhkan Falcao. Padahal dari tayangan televisi, jelas terlihat O'Shea yang menjatuhkan Falcao.

"Keputusan yang benar untuk memberikan penalti, tetapi wasit salah mengusir orang," ujar Keown, yang pernah menjadi bek andalan timnas Inggris.

"Sudah banyak pembicaraan tentang standar perwasitan yang menurun, dan ini adalah contoh klasik lainnya. Ketika Roger East melihatnya setelah itu, dia akan kecewa seperti halnya kita, karena sulilt dipercaya dia melakukan hal yang salah."

"Para pemain juga sudah berusaha mengatakan kepadanya bahwa dia salah, tetapi wasit tidak akan mendengarkannya dan itu membuatnya menjadi lebih buruk."


11.53 | 0 komentar | Read More

Bayi yang Dicuri Ditemukan 17 Tahun Kemudian

TRIBUN-MEDAN.com, CAPE TOWN - Seorang bayi yang dicuri dari tangan ibunya yang sedang tidur sesaat setelah melahirkan telah ditemukan oleh keluarga yang kehilangan itu melalui sebuah kebetulan menakjubkan 17 tahun kemudian. Kantor berita AFP melaporkan hal itu, Sabtu (28/2/2015), berdasarkan keterangan polisi Afrika Selatan.

Seorang perempuan berusia 50 tahun ditangkap dan didakwa telah melakukan penculikan setelah beberapa murid sekolah melihat kemiripan yang luar biasa antara gadis berusia 17 tahun itu dengan adik biologisnya, yang memasuki sekolah yang sama dengannya tahun ini.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa tes DNA memastikan bahwa gadis yang lebih tua itu adalah putri dari Celeste dan Morne Nurse, yang diculik dari Rumah Sakit Groote Schuur saat masih bayi berusia tiga hari dan bernama Zephany pada April 1997. Harian Cape Argus melaporkan, orang tua kandungnya, yang kemudian memiliki tiga anak lagi, telah merayakan ulang tahun Zephany setiap tahun sejak dia diculik. Mereka tidak pernah putus harapan bahwa anak sulung mereka akan kembali kepada mereka suatu hari nanti.

Zephany dibesarkan dengan nama yang berbeda dan dalam keluarga yang berbeda. Dia tidak pernah tahu bahwa dirinya bukan anak kandung dari orang yang selama ini diketahuinya sebagai orang tuanya.

Namun bulan lalu adik kandungnya, Cassidy Nurse, yang masuk ke SMA yang sama dengan Zephany, dan sesama murid lainnya melihat kemiripan yang mengejutkan antara dia dengan kakak kelasnya itu.

Ketika Cassidy memberitahukan kepada orang tuanya tentang gadis itu, mereka kemudian mengundangnya ke rumah untuk minum kopi. Saat mereka melihat kemiripan yang mencolok antara kedua gadis itu, mereka pun menghubungi polisi.

Juru bicara kepolisian Letnan Kolonel Andre Traut menegaskan bahwa seorang perempuan telah ditangkap. Dia dan suaminya, yang juga berusia 50-an tahun, tidak memiliki anak lain. "Tersangka di dakwa dengan penculikan, penipuan dan sejumlah pelanggaran Undang-Undang tentang Anak. Dia secara curang berpura-pura bahwa dia merupakan ibu kandung dari seorang anak," kata Letnan Kolonel Traut.

"Gadis yang diculik itu sejak saat itu ditempatkan dalam perawatan Departemen Sosial pemerintah Western Cape."

Selama ini, keluarga Nurse ternyata tinggal hanya beberapa kilometer dari putri mereka yang telah diculik itu.


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger