Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Timkes Indobatt Dapat Sertifikat Penghargaan UNIFIL

Written By Unknown on Jumat, 19 Oktober 2012 | 11.53

Tribun Medan - Jumat, 19 Oktober 2012 11:17 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Kepala Medis atau Chief Medical Officer (CMO) UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), Mr. Florin Paul mengunjungi Markas Indonesian Batallion (Indobatt) Kontingen GarudaXXIII-F/UNIFIL, di UN Posn 7-1, Adshid al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (18/10/2012).

Kunjungan tersebut dalam rangka melihat kesiapan dan kelengkapan fasilitas yang dimiliki Tim Kesehatan Indobatt serta kebersihan lingkungan Markas Indobatt.

"Kedatangan Kepala Medis UNIFIL beserta rombongan yang berjumlah 4 orang ini disambut oleh Wakil Komandan Satgas Indobatt Letkol Mar FJH. Pardosi didampingi Dokter Satgas Lettu Kes dr. Iwan dan Lettu Kes dr. Tego," tulis Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (19/10/2012).

Usai istirahat sejenak diruang tamu, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sanitasi dan kesehatan lingkungan sekitar Markas UNP-71 serta meninjau kesiapan perlengkapan yang dimiliki Rumah Sakit Level 1 Husada.
Dalam kegiatan ramah-tamah usai peninjauan, CMO UNIFIL memberikan beberapa masukan terkait dengan bidang kesehatan pada umumnya, seperti sosialisasi SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait evakuasi korban (Casevac) anggota militer UN, dan peningkatan hygiene lingkungan markas.

"Pada kesempatan ini pula Chief Medis UNIFIL yang juga mantan tentara ini, mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan tugas medis yang telah dilakukan Tim Kesehatan Indobatt, dan ia menyampaikan rasa bahagianya dapat mengunjugi markas Kontingen Garuda," lanjutnya.

Sebelum meninggalkan Markas Indobatt,  Chief Medical Officer UNIFIL asal Rumania ini memberikan Sertifikat Penghargaan kepada seluruh anggota Tim Kesehatan Indobatt, karena dinilai atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam melaksanakan tugas medis bergabung bersama UNIFIL.

Penyerahan sertifikat secara simbolis diterima oleh Wakil Komandan Satgas Indobatt Letkol Mar FJH. Pardosi. Hadir pada kesempatan ini Kasum Satgas Mayor Mar Agustinus Purba.


11.53 | 0 komentar | Read More

Jokowi-Rudy Berpelukan Seolah Lama Tak Jumpa

Tribun Medan - Jumat, 19 Oktober 2012 10:44 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, SOLO - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tiba di DPRD Solo. Kedatang Bibit disambut langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo yang akan dilantik menjadi Wali Kota Solo. Terjadi peristiwa langka dimana Jokowi mencium tangan Bibit saat turun dari mobil dinasnya H 1.

Rudy tiba paling awal sekitar pukul 08.30 WIB. Beberapa menit kemudian disusul kedatangan Jokowi yang datang bersama sang istri, Iriana. Jokowi disambut oleh Rudy. Kedua kepala daerah yang sudah dua tahun memimpin solo itu saling berpelukan hangat seolah sudah lama tak bersua.

"Selamat datang lagi di Solo Pak Jokowi," kata Rudy, Jumat (19/10/2012).

Jokowi dan Rudy lalu bergegas menjemput Bibit. Keduanya berjalan kaki menuju ke timur gedung Paripurna, tempat berlangsungnya pelantikan Wali Kota Solo. Bibit yang keluar dari mobil dinasnya terlihat melemparkan senyum hangat. Ia langsung dihampiri oleh Jokowi dan Rudy.

Jokowi yang menyalami lebih dahulu terlihat langsung membungkukkan badan lalu mencium tangan Bibit. Bibit kembali melemparkan senyum lebar. Padahal saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo, Bibit sempat terlibat perselisihan. Sebab keinginan Bibit membangun mall di bekas pabrik es Saripetojo tak disetujui Jokowi.

Usai Jokowi, kemudian disusul Rudy yang menjabat tangan Bibit. Keduanya lalu cipika cipiki. Para kepala daerah itu terlihat mengobrol singkat sambil saling tersenyum. Mereka lalu berjalan menuju ruang Ketua DPRD Solo untuk persiapan pelantikan.

Rudy yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo akan diambil sumpahnya oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Rudy naik menjadi Wali Kota setelah Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pelantikan dilakukan pukul 09.00 WIB dimana Bibit akan mengambil sumpah Rudy sebagai Wali Kota yang baru.


11.53 | 0 komentar | Read More

Pemilu 2014 Menjadi Ajang Pertarungan Modal

Tribun Medan - Jumat, 19 Oktober 2012 11:04 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA--Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens menilai, perpolitikan Indonesia pada pemilu 2014 masih didominasi pertarungan pemodal. Dikatakan, para pemimpin partai yang maju masih merupakan kartel politik yang bermodal.

"Hal ini ada kaitan dengan dominasi kaum kartel oligarkis dalam proses politik Indonesia setelah 1998. Tidak bisa dipungkiri, demokrasi kita ada dalam kendali mereka. Makanya nilai-nilai liberal menguat, dan perhatian terhadap kepentingan umum merosot. Demokrasi kita terjebak dalam paradoks ini," ujar Bony dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/10/2012)

Boni mengakui, kemajuan terbesar demokratisasi saat ini adalah terbangunnya institusi- institusi politik yang mendorong demokratisasi ke arah modern. Akan tetapi, ini juga menjadi kelemahan ketika pembangunan institusi tidak disusul penguatan nilai-nilai demokrasi pada level yang lebih konkrit.

"Secara prosedural, kita sudah berhasil membangun demokrasi di tengah negara lain di Asia Tenggara. Tapi secara subtansial, kita masih dalam masalah serius. Indeks korupsi dan kebebasan sipil bisa dijadikan tolok ukur untuk menguatkan skeptisisme ini," lanjut pengamat politik yang tengah belajar di Universitas Humboldt, Berlin, Jerman.

Karena itu, apapun perkembangan yang baik yang terjadi di Indonesia tetap pemilu 2014 didominasi oleh pemodal. Boni juga mengutip ahli Asia Tenggara dari Universitas Humboldt, Boike Rehbein yang menjelaskan, hadirnya orang kaya sebagai kekuatan politik di akhir abad 20 di Asia Tenggara merupakan suatu trend global.

Ini kecendrungan dalam masyarakat yang bertumbuh, dimana elite lama ditantang oleh elite baru yang mendapatkan kekuatan politik dari kekuatan kapital yang mereka miliki. Tendensi itu tidak saja di Indonesia, tapi juga di Laos dan Vietnam sebagaimana negara lain di kawasan itu.

Menurut guru besar Universitas Humbolt ini, pemimpin politik Indonesia selalu ditentukan oleh sumberdaya finansial. Sama halnya dengan kondisi yang masih terjadi di politik Amerika. Rehbein mengatakan, bahwa gerakan sosial adalah jawaban atas politik uang yang terjadi di politik Indonesia. "Hanya gerakan sosial yang bisa melakukan itu" tegas Rebhein yang dikutip Boni.


11.53 | 0 komentar | Read More

Wagub Ahok dan Adi Karya Bahas Kelanjutan Monorail

Tribun Medan - Jumat, 19 Oktober 2012 11:08 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA-  Pemerintah provinsi DKI Jakarta kembali membahas lanjutan pembangunan monorail. Wakil Gubernur Basuki T. Purnama membahasnya pagi ini bersama PT Adi Karya.

"Saya mau ketemu Adi Karya untuk monorailnya mau diteruskan seperti apa. kita berharap monorail mengurangi kemacetan. Kita berharap dibawah tiga tahun kemacetan agak bisa terurai," ujar Basuki di kantornya, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Ditambahkannya, monorail tersebut bisa mengelilingi pusat-pusat keramaian di Jakarta dengan konsep green line.

Namun Basuki belum bisa memastikan kapan pembangunan monorail bisa selesai. Menurutnya, semuanya bergantung pada pembicaraan PT Adi Karya  mau meneruskan atau tidak.

"Adi Karya sudah investasi. Sempat waktu itu uangnya diganti Pemprov, tapi nilainya tidak ketemu. Kalau tidak ketemu kita minta Adi Karya uraikan bagaimana kalau anda inves, bangun monorail ya bangun, harganya bisa ditentukan," katanya.

Ditambahkan Basuki, dengan konsep apartemen sederhana terpadu, kemacetan di Jakarta bisa dikurangi.

"Selama ini banyak pekerja swasta mampu sewa apartemen asal (bayarnya) bulanan.  Pemilik  maunya setahun, kalau Rp 20 juta (pertahun) kan berat. Kalau per bulan hanya Rp. 1 juta tentu banyak akan bergabung," ujar bekas bupati Belitung Timur itu optimistis.


11.53 | 0 komentar | Read More

Superman kembali ke Warner Bros

Tribun Medan - Jumat, 19 Oktober 2012 11:19 WIB

TRIBUN-MEDAN.com-Warner Bros menang dalam sengketa perebutan hak cipta atas Superman dengan keturunan dari salah satu pencipta tokoh pahlawan super itu.

Kemenangan itu didasarkan pada pertimbangan pengadilan bahwa pihak penggugat telah menyerahkan semua klaim mereka atas Superman pada 1992.

Superman adalah salah satu karakter Warner Bros yang paling terkenal dan menguntungkan.

Dua pencipta tokoh Man of Steel yaitu Joe Shuster dan Jerry Siegel menuntut kompensasi yang lebih besar atas Superman.

Keturunan Siegel juga telah menuntut DC Comics, yang dimiliki Warner, untuk mendapat bagian dari pendapatan hak cipta Superman.

Keturunan Shuster mengatakan kesepakatan dengan DC Comics masih bisa dibatalkan.

Namun Hakim Wright menyatakan bahwa keputusan saudara perempuan Shuster untuk menerima pembayaran tahunan yang lebih tinggi melahirkan kesepakatan baru yang membatalkan semua kontrak sebelumnya.

Pengacara keluarga Shuster mengatakan, "Kami tidak setuju dengan keputusan legal maupun faktual, dan hal itu sangat mengejutkan karena hakim tampak bersimpati dengan kami pada saat sidang dengar pendapat."

Warner Bros menolak mengomentari keputusan itu.

Superman telah mencetak keuntungan $500 juta untuk Warner Bros dengan lima film yang menjadi film terlaris dan miliaran dolar diraih dari televisi, mainan dan permainan komputer serta komik yang terbit selama 74 tahun.

Film Superman terbaru, Man of Steel, akan dirilis pada 2013.


11.53 | 0 komentar | Read More

Ruang Bedah RSUD Siantar Tak Layak

Written By Unknown on Kamis, 18 Oktober 2012 | 11.53

Tribun Medan - Kamis, 18 Oktober 2012 11:21 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR

– Berbeda dengan pernyataan Wali Kota Pematangsiantar untuk tetap meningkatkan pelayanan masyarakat, RSUD dr Djasamen Saragih belum mendukungnya. Ruang bedah bagian kebidanan hingga kini dinyatakan belum layak untuk digunakan. Ruangan dan kelengkapan lainnya tidak sesuai standar.

Seperti dinyatakan dr Bahtera Surbakti Spog kepada Tribun Medan, Rabu (17/10/2012) di temui di ruang bedah kebidanan RSUD milik Pemko Pematangsiantar itu. Dibeberkannya, kondisi ruang bedah yang tidak standart, membuatnya enggan melayani pasien yang hendak melakukan operasi.

"Saya tidak pernah membedakan pasien saat melakukan operasi. Baik itu peserta jampersal maupun pasien umum," ujarnya. Ia membantah menolak melakukan pelayanan terhadap pasien Jampersal pada Selasa (16/10) seperti yang dialami R br Manurung (25) warga Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba.

Bahtera juga menjelaskan kepada wartawan, bahwa hingga saat ini kondisi ruang bedah yang ada sangat tidak memadai. Bahkan pernah pasiennya dua orang mengalami infeksi setelah menjalani operasi di ruangan tersebut. "Saat mereka control, bekas operasi bernanah. Jadi saya tidak ingin ini terjadi ke pasien selanjutnya," ujarnya sambil menunjukkan kondisi ruang bedah yang menurutnya kurang memadai itu.

Pantauan tribun di dalam ruang bedah tersebut, fasilitas sanitasi sangat memprihatinkan. Dimana dibagian wastafel, dan system sirkulasi udara yang sangat buram. Bahkan, dijelaskan Bahtera system penerangan saja pun masih sangat minim. Terlihat satu unit pendingin ruangan di dalam ruang bedah, dan pintu kayu model lama menjadi pintu utama ruang bedah.

"Sterilisasi ruangan juga tidak ada. Termasuk kamar mandi yang ada di dalam ruang operasi," uarnya sambil menunjukkan pintu kamar mandi yang ada di dalam ruang bedah. Kemudian, pjeralatan bedah juga hingga saat ini menurutnya belum pernah diganti, dan pernah gunting bedah patah saat melakukan operasi.

Dikatakannya, jika saja ada yang mau menjamini keselamatan para pasien ia mau melakukannya. Namun, karena manajemen rumah sakit juga tidak menjamin jika hal-hal yang mungkin saja terjadi. "Saya tidak berani. Cobalah kalau bini mu di operasi dalam kondisi seperti ini, bagaimana?" ujarnya sambil menunjuk ke arah toilet di ruang depan yang menimbulkan aroma tidak sedap.

(afr/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Pemutakhiran DPT Pilgub Sumut Masih Minim

Tribun Medan - Kamis, 18 Oktober 2012 11:18 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR

– Persiapan tahapan menuju Pemilihan Gubernur Sumut periode 2013-2018 tahun 2013, KPU Pematangsiantar diminta untuk lebih optimal dalam melakukan pemutakhiran daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) yang diumumkan dinilai rancu.
Sebelumnya, data yang diperoleh dari KPU Kota Pematangsiantar tentang DP4, berjumlah sekitar 206 ribu. Sehingga sangat jauh berbeda dengan keadaan DPT pada pemilihan Kepala Daerah Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2010, yang hanya berjumlah 178 ribu.
"Data itu masih kita ragukan, nampaknya persoalan kalsik pemilihan umum sebelumnya akan terulang," ujar Armada Purba Koordinator Daerah komite Pemilih Indonesia (TePI) Kota Pematangsiantar, Rabu (17/10/2012). Untuk itu, diminta kepada KPU kota agar benar-benar melakukan pemutakhiran DPT. Karena akan sangat berpengaruh kepada proses dan hasil Pilgub Sumut yang akan datang.
Jika dibandingkan dengan jumlah hasil perekaman E-KTP tahun 2012 yang baru saja dilaksanakan yang hanya berjumlah 150 ribu, menjadi perntanyaan lain. "Adanya pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal masuk daftar pemilih, yang sudah pindah masih masuk DPT, dan yang belum cukup umur juga masuk menjadi DPT," katanya.
Persoalan-persoalan Pemilu ini, ujar Armada, tidak hanya di Pematangsiantar saja, daerah kabupaten/kota lainnya di Sumut kemungkinan terjadi pada saat Pilgub Sumut 2013 mendatang.
Dijelaskannya, kondisi DPT yang tidak akurat nantinya bisa saja dimanfaatkan para calon yang turut berkompetisi dalam panggung demokrasi tersebut. "Untuk itu, kita berharap agar KPU dan Perangkat dibawahnya, PPK, PPS, dan PPDP dalam melakukan pemutakhiran DPT agar cermat, professional dan tidak main-main dalam pemutakhiran DPT," ujarnya.
Diharapkan, seluruh masyarakat tidak dirugikan dan tidak kehilangan hak konstitusinya. Termasuk dalam penentuan orang nomor satu di Sumatera Utara 2013-2018.
Hal ini juga menjadi perhatian DPRD Kota Pematangsiantar, yang terungkap dalam rekomendasi Komisi I tentang Ranperda Perubahan APBD tahun anggaran 2012. Dimana, DPRD menyampaikan melalui juru bicaranya, Rudi Wu, agregat DP4 untuk pemilihan gubernur Sumut 206.272 penduduk.
"Pemutahiran data dari masyarakat sangat minim. Masyarakat enggan melaporkan anggota keluarga yang sudah meninggal," ujarnya. Untuk itu, Pemerintah Kota melakukan sosialisasi akan pentingnya pelaporan data kependudukan.(afr/tribun-medan.com)

11.53 | 0 komentar | Read More

Tanam Pohon Produktif Untuk Penghijauan Siantar

Tribun Medan - Kamis, 18 Oktober 2012 11:19 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR

– Pemerintah Kota Pematangsiantar terus menggencarkan program penghijauan kota dengan menanam tanaman yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Di Kelurahan Mekar Nauli Kecamatan Siantar Marihat empat ribu pohon yang terdiri dari pohon sirsak dan rambutan ditanam.

Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus didampingi Camat Siantar Marihat Mangapul Sitanggang melakukan penanaman secara simbolik, Rabu (17/10/2012). Dalam penanaman ini,Warga Kelurahan Mekar Nauli tampak antusias serta menyambut baik dengan dilakukannya penanaman pohon produktif sirsak dan rambutan ini.

"Kegiatan ini jangan hanya dijadikan serimonial saja akan tetapi pohon yang ditanam hari ini dapat memberikan hasil demi kesejahteraan masyarakat, serta kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motifasi untuk dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada," ujar Hulman.

Selain itu, diharapkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat warga Kota Pematangsiantar  khususnya warga kelurahan Mekar Nauli, agar mengembangkan budaya menanam pohon serta menjaga kebersihan lingkungannya. "Merawat pohon, menjaga kebersihan lingkungan sangatlah penting. Kalau lingkungan kita bersih dan hijau tentu bisa menciptakan generasi sehat, cerdas dan kuat," ujarnya.

Untuk itu Hulman meminta kepada seluruh warga agar dapat mensosialisasikan hidup bersih, dan merawat pohon. Karena dengan cara kebiasaan itulah yang seharusnya dilaksanakan berkelanjutan, dan mengajak masyarakat untuk terbiasa bersih-bersih pekarangan rumah.

Sementara itu Camat Siantar Marihat Mangapul Sitanggang mengatakan, bahwa Pemerintah Kecamatan Siantar Marihat dan seluruh Kelurahan akan melakukan penanaman pohon prodiktif ini di setiap pekarangan rumah warga yang mau. Dan kali ini di Kelurahan Mekar Nauli yang pertama dilakukan penanaman pohon produktif Sirsak dan Rambutan di setiap halaman rumah warga.

Camat juga menjelaskan, bahwa Penanaman pohon sirsak dan rambutan ini sebagai upaya mewujudkan program pemerintah khususnya Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam penghijauan Kota terutama di Kecamatan Siantar Marihat. Adapun pohon yang akan kita tanam di kelurahan Mekar Nauli ini sebanyak 400 bibit pohon produktif yaitu pohon Sirsak dan pohon Rambutan. "Untuk kelurahan yang lain kita juga akan lakukan penanaman pohon di pekarangan rumahnya, apabila warga yang mempunyai pekarangan tersebut mau untuk ditanami," ujarnya.

(afr/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

De Residence, Rumah Nyaman di Tengah Kota

Tribun Medan - Kamis, 18 Oktober 2012 11:26 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan / Fahrizal Fahmi Daulay

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN

- Satu perumahan yang dibangun oleh Bursa Properti yang memiliki konsep mewah menawarkan kenyamanan di tengah kota adalah de Residence di Jalan Sei Belutu Medan Baru. Rumah ini dipamerkan oleh Bursa Properti di Plaza Medan Fair mulai 15-28 Oktober 2012.

Menurut Valentino Marketing Executive Bursa Properti Grup yang ditemui Tribun di Medan, Rabu (17/10) langsung memberitahu de Residence proyek perumahan mereka yang cukup mewah nan ekslusif di inti kota pada pameran bertajuk BP Expo 2012.

"Lokasinya super strategis pak, tepatnya di Sei Belutu dekat jalan Setia Budi," kata Valentino. Di samping didukung oleh lokasinya yang strategis, rumahnya pun ditopang oleh artsitektur yang cukup menarik yakni modern minimalis.

Tak tanggung-tanggung, bangunan rumah tiga lantai di de Residence dibanderol sampai Rp 1,2 miliar per unitnya. "kalau tiga rumah yang berhadapan langsung dengan jalan Sei Belutu memang harganya segitu, tapi di dalam yang berjumlah 13 unit dihargai sekitar Rp 700 jutaan.
 
Menurut Valentino pada tahap satu sudah sold out alias ludes terjual dalam waktu singkat, oleh sebab itu Bursa Properti kembali meluncurkan de Residence tahap ke dua.

Menurut Adi Ming Direktur Bursa Properti expo yang mereka selenggarakan merupakan pameran properti terdasyat tahun ini dengan pilihan 5 ribu unit rumah di kota Medan. "Oktober 2011, Bursa Properti telah mengukir sejarah dengan mengokohkan eksistensi 11 tahun berdiri dalam gelaran perdana, expo tunggal," kata Adi.

Di tahun 2012 ini persis di bulan yang sama Bursa Properti kembali mengulang sejarah dengan menggelar perhelatan akbar bertajuk Bursa Properti 2012, dimana jumlah proyek yang tampil dalam expo bertambah hingga 12 proyek dan jumlah lot yang tersedia juga bertambah luas, papar Adi.

Di samping de Residence, masih banyak lagi proyek Bursa Properti yang lain dan menarik untuk menjadi pilihan masyarakat yang ingin memiliki rumah berkualitas tinggi dan nyaman.

Tidak hanya kompleks perumahan, Bursa Properti juga menawarkan kompleks pergudangan 3 in 1 merangkap perkantoran, pergudangan dan bisnis di jalan besar SM Raja yang terletak di depan terminal Amplas dekat pintu tol Belawan – Tanjung Morawa.

Oleh sebab itu dibangunlah Amplas Wirehouse menawarkan dua tipe pilihan yakni ukuran 12 meter dan 18 meter dengan harga mulai dari Rp 1,6 miliar. 

Bursa Properti memperkirakan Amplas Wirehouse akan memiliki nilai profit return yang bagus di masa mendatang karena lokasinya mudah diakses, selain fasilitas multifungsi 3 in 1 membantu meninkatkan denyut bisnis Anda di Kota Medan.

Menurut Valentino pada gelaran pameran mereka kali ini pihak Bursa Properti memberikan penawaran menarik. "kami berikan penawaran diskon hingga Rp 200 juta  serta 20 kali cicilan tanpa bunga untuk pembelian selama pameran Bursa Properti," katanya.

 (riz/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Lundu : Kurikulum Baru Cetak Pengangguran Baru

Tribun Medan - Kamis, 18 Oktober 2012 11:27 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR

- Rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengurangi jumlah mata pelajaran Sekolah Dasar (SD) dinilai akan menimbulkan pengangguran baru. Tenaga pengajar salama ini digunakan adalah tenaga honorer. Terutama untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.Kurikulum 2013/2014 yang direncakan, akan mengurangi mata pelajaran diantaranya Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta Muatan Lokal. Yang disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim.
Ketua Forum Komunikasi Guru Honor (FKGH) Kota Pematangsiantar, Lundu Tamba mengatakan, pihaknya menolak kebijakan tersebut. "Akan timbul penggangguran abru atas kebijakan ini. Dari 160 SD yang ada di Kota Siantar, terutama yang menjarkan Bahasa Inggris adalah guru honor," ujarnya didampingi Sekretaris FKGH Reo Koming Tampubolon, Rabu (17/10/2012).
Padahal, guru honor yang mengajar selama ini adalah para guru yang memiliki disiplin ilmu Bahasa Inggris. Jadi, katanya, kemana mereka ini nanti akan menggunakan keahliannya, apakah akan ditampung untuk tingkat Sekolah Lanjutan tingkat Pertama (SLTP)? "Apa kajian yang dilakukan kementerian sehingga hal ini bisa terjadi," ujarnya.
Dari sisi lain, ujar Reo Koming, sat ini pendidikan disusun berbasis tehnologi, yang tentunya menganjurkan pemahaman Bahasa Inggris. "Apa alasan dan riset yang menyatakan kegagalan berbahasa Indonesia di Sekolah Dasar? Apa ada bukti, karena mampelajari bahasa Inggris, sehingga siswa SD tertinggal dalam bahasa Indonesia?" ujarnya.
FKGH Siantar juga mengajak seluruh perguruan tinggi yang mengeluarkan atau menamatkan alumni disiplin ilmu Keguruan Bahasa Inggris agar menolak kebijakan tersebut. Karena, kerugian akan sangat besar ketika pengangguran meningkat.
Karena dinilai, tidak tepat jika Sekolah Dasar hanya diajarkan enam mata pelajaran. Enam mata pelajaran tersebut adalah Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Pancasila, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Enam mata pelajaran ini akan diberlakukan mulai tahun depan untuk siswa SD kelas 1-3. Sementara itu, belum ada kepastian untuk mata pelajaran kelas 4-6.

(afr / tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger