Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bentrokan Berdarah di Bireuen, 3 Tewas 9 Luka

Written By Unknown on Sabtu, 17 November 2012 | 11.53

Tribun Medan - Sabtu, 17 November 2012 10:30 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, BANDA ACEH - Bentrokan berdarah antara warga dengan sebuah kelompok yang diduga aliran sesat pimpinan Teungku Ayub di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang, Bireuen, Aceh, mengakibatkan 3 orang tewas dan 9 luka. Teungku Ayub (60) sendiri tewas dalam bentrokan terjadi pada Jumat (16/11/2012) malam, pukul 22.30 tersebut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Gustav Leo saat dihubungi, Sabtu (17/11/2012), mengungkapkan, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Hingga Sabtu pagi, polisi masih mengadakan olah tempat kejadian perkara. " Kami masih mendalami pelaku-pelaku kejadian ini," kata dia.

Menurut Gustav, korban yang berjatuhan berasal dari kedua belah pihak. Dari pihak kelompok Teungku Ayub ada 2 orang yang tewas, yaitu Ayub dan seorang pengikutnya. Dari pihak warga tercatat 1 orang tewas dan 9 luka.

Kejadian tersebut bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas kelompok Teungku Ayub di rumahnya. Warga pun menduga ada kegiatan aliran sesat di rumah itu.

Pada pukul 22.30, sekitar 500 orang mendatangi rumah Teungku Ayub yang di dalamnya sedang berkumpul puluhan orang pengikutnya. Merasa akan diserang, kelompok Teungku Ayub bersiap. Mereka mematikan lampu. Dalam keadaan gelap, mereka menyerang ratusan massa yang datang tersebut dengan senjata tajam. Tak pelak, 1 orang tewas dan 9 lainnya luka dari massa.

Massa pun kocar-kacir. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Puluhan aparat kepolisian dibantu personel TNI mengamankan lokasi kejadian.

Warga tak terima dengan tindakan kelompok Teungku Ayub. Massa yang sebelumnya berjumlah 500 orang berkembang menjadi 1.500 orang. Dengan senjata tajam di tangan, mereka mendatangi kembali rumah Tengku Ayub. Bentrokan kembali terjadi. Akhirnya, Tengku Ayub pun tewas bersama seorang pengikutnya. Belum diketahui apakah ada korban lain selain dua orang itu.

 


11.53 | 0 komentar | Read More

3.600 iPad Mini Dicuri di Bandara New York

Tribun Medan - Sabtu, 17 November 2012 10:35 WIB

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 3.600 unit komputer tablet iPad Mini dicuri oleh sekelompok pencuri di bandara John F. Kennedy, New York, AS, Senin (12/11/2012). Para pencurinya lolos dari petugas keamanan.

Aksi pencurian dilakukan menjelang tengah malam. Kuat diduga, para pencuri bekerjasama dengan orang dalam bandara untuk memuluskan aksi. Ada petugas bandara yang membiarkan pencuri masuk dan keluar dari kargo tempat penyimpanan iPad Mini.

Nilai ribuan iPad Mini itu diprediksi mencapai 1,5 juta dollar AS atau Rp 14,4 miliar. Saat ini, otoritas setempat saat ini sedang menyelidiki kasus ini.

iPad Mini yang baru tiba dari China itu rencananya akan dipasarkan ke beberapa kota di Amerika Serikat. Tablet yang dicuri merupakan versi 16GB, 32GB, dan 64GB, tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam.


11.53 | 0 komentar | Read More

Sasa Zecevic Percaya PT Liga Indonesia Penuhi Janji

Tribun Medan - Sabtu, 17 November 2012 10:36 WIB

Laporan wartawan Tribun Medan/ Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com MEDAN

- Sasa Zecevic, eks kapten PSMS Medan 2011/2012 berharap pelunasan tunggakan gaji enam bulan dan sisa kontrak 10 persen selama memperkuat klub berjuluk Ayam Kinantan tidak lagi mengalami penundaan. Ia menuturkan bahwa manajemen menghubunginya untuk meminta nomor rekening.

"Sepuluh hari lalu saya dihubungi Mr Benny Tomasoa (Manajer Tim PSMS musim 2011/2012, red) untuk minta nomor rekening. Dia bilang untuk diteruskan ke PT Liga Indonesia. Saya dengar semua hak-hak pemain akan lunas di bulan Desember. Saya harap itu tak hanya janji saja, friend," demikian tulis bek berkebangsaan Serbia ini kepada www.tribunmedan.com lewat layanan Blackberry Messenger, Sabtu (17/11/2012).

Ia menyebutkan teramat sulit mempercayai manajemen PSMS karena selalu berjanji tapi tak pernah menepatinya. Rasa percaya kembali muncul pascapengambilalihan tanggungjawab oleh PT LI. "Saya percaya pada PT LI. Mereka profesional dalam hal-hal seperti ini. Saya ada di Persegres Gresik yang berkompetisi di ISL, karena rasa percaya itu," tandasnya. (raf/tribunmedan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Heboh, Warga Bergerombol Dulang Emas

Tribun Medan - Sabtu, 17 November 2012 10:39 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, KOLAKA - Desa Sopura yang ada di Kolaka, Sulawesi Tenggara tiba-tiba saja heboh dengan ditemukannya tambang emas di tempat mereka. Akhirnya ratusan warga dari tempat tersebut secara bergerombol mendatangi sungai kecil yang berjarak sekitar sepuluh kilometer dari pusat pemukiman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com di lapangan, lokasi pertambangan emas dadakan tersebut telah digarap oleh sebagian warga sekitar beberapa yang lalu. Atas informasi tersebutlah, separuh dari warga kampung tersebut mempunyai pekerjaan baru, yakni menjadi pendulang emas dadakan.

Rasyid, misalnya, dalam ceritanya mengatakan, dirinya setiap hari berhasil mengumpulkan sekitar 20 gram emas. "Sudah beberapa hari ini kita mendulang, hasilnya adalah walaupun kecil-kecilan, sepuluh hingga dua puluh gram. Biasanya kita mulai sekitar jam sembilan pagi hingga jam lima sore," ungkapnya, Kamis (15/11/2012) kemarin.

Dia juga menambahkan, hari pertama kawasan yang dulunya sebagai kawasan pertambangan nikel tersebut belum dipadati oleh warga, namun setelah kabarnya tersebar luas, barulah orang berbondong-bondong mendatangi tempat tersebut. "Ini kan lokasi tambang nikel, tapi sudah beberapa bulan tidak ada aktivitas tambang nikel lagi, nah ada warga yang coba-coba mendulang ternyata betul, ada emas didapatkan. Belum ada larangan dari siapa pun untuk mendulang di sini," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Nurjannah mengaku bersyukur kalau di tempat tersebut ada emas. Menurutnya, warga mendapatkan penghasilan tambahan. "Alhamdulillah, ini rezeki untuk kami. Ada penghasilan tambahan dari mendulang, hasilnya kita kumpul dulu nanti setelah banyak baru kita jual," tuturnya.

Hingga saat ini, yang mendatangi lokasi tambang emas dadakan tersebut barulah warga sekitar. Pihak pemerintah daerah Kolaka pun belum menentukan sikap dan belum adanya kejelasan terkait tambang emas dadakan ini. Bahkan dikabarkan informasi telah ditemukannya tambang emas di lokasi pertambangan nikel tersebut belum diketahui pemda setempat. 


11.53 | 0 komentar | Read More

Tim Cari Cagub Sumut yang Siap, Bukan yang Sehat Total

Tribun Medan - Sabtu, 17 November 2012 10:43 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN

-Tim pemeriksa kesehatan bakal calon gubernur 2013-2018 segera mengeluarkan penilaian mereka tentang siapa saja diantara sepuluh bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang layak maju ke tahapan Pilkada selanjutnya.

Ketua tim pemeriksa kesehatan yang juga Direktur Umum RS Adam Malik, dr Azwan Hakmi Lubis mengatakan, pada dasarnya hampir semua orang mengidap suatu penyakit. Jadi, menurutnya, satu atau dua penyakit yang mungkin ditemukan pada diri calon gubernur belum tentu menjadikannya tidak layak menjadi gubernur dan wakil gubernur.
"Jadi hasil pemeriksaan yang akan diserahkan ke KPU Sumut nanti bukan sehat atau tidak sehat, tapi mampu atau tidak mampu," katanya usai menerima lima bakal calon gubernur Sumut yang hadir untuk pemeriksaan di Ruangan Medical Check up dan Poli Pegawai, Sabtu (17/11/2012).

Lubis menjelaskan, ada sekitar 30 dokter spesialis yang menganalisa kondisi kesehatan jasmani dan rohani para calon.

Ia menegaskan, timnya akan bersikap obyektif dalam menentukan apakah setiap calon mampu atau tidak.

"Anggota tim banyak yang profesor. Masa dia pertaruhkan dia punya kredibilitas untuk hal-hal yang tidak penting? Saya kira kita semua ingin punya pemimpin yang sehat," kata Lubis.  Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sumatera Utara dr Henry Salim Siregar menambahkan, pihaknya akan menyerahkan hasil pemeriksaan paling cepat pada tanggal 19 November.

"Paling lama, seminggu. Dilihat dulu apakah ada pemeriksaan lanjutan," katanya. (ton/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Gus: Kami Ada Agar Sumut Sejahtera

Written By Unknown on Jumat, 16 November 2012 | 11.53

Tribun Medan - Jumat, 16 November 2012 11:00 WIB

Laporan wartawan Tribun Medan/Josep Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN

- Gus Irawan di hadapan para komisioner KPU mengatakan, tujuan pendaftaran Gus Irawan-Soekirman hanya satu, yakni agar Sumut Sejahtera.

"Kita memiliki harapan agar Sumut menjadi sejatera," ujarnya.

Pada pendaftaran ini, Gus Irawan dan Soekirman didukung oleh 24 parpol.

Pada kesempatan ini, hadir pula perwakilan dari DPP PAN dan dan wakil dari Gerindra Pusat.


11.53 | 0 komentar | Read More

Gus Irawan-Soekirman (GusMan) Tiba di KPU Sumut

Tribun Medan - Jumat, 16 November 2012 11:02 WIB

Laporan wartawan Tribun Medan/Josep Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN

- Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Bupati Serdangbedagai, Soekirman akhrinya datang ke kantor KPU, Jumat (16/11/2012) pukul 10.20 WIB.

Kedatangan pasangan calon ini diringi oleh musik gamelan serta musik-musik etnik.

Kedatangan pasangan calon ini semakin 'meriah" dikarenakan para simpatisan GusMan menggunakan kemeja yang kompak dan "ngejreng" dengan warna dasar orange bercorak biru.

Kegaduhan sempat mewarnai masuknya pasangan calon ini ke dalam kantor KPU. Banyaknya simpatisan yang ingin masuk untuk mendemani pasangan ini mendaftar membuat petugas keamanan internal GusMan, kewalahan.


11.53 | 0 komentar | Read More

Mengapa Ibu Hamil Muda Itu Dibunuh?

Tribun Medan - Jumat, 16 November 2012 11:14 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Rika R. Damayanti (32) Seorang pemilik toko karpet "Murah Jaya Makmur" yang tengah hamil empat bulan ditemukan tewas dikamar mandi tokonya dengan kondisi mengenaskan bersama dengan anak kandungnya Benyamin Nathaniel (8), Kamis (15/11/2012) sore. 

 
Peristiwa tersebut, terungkap saat suami korban, Daniel (42) yang kembali ke tokonya setelah pergi mencari makan di Jalan Jatinegara Barat, RT 01 RW 06 Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur sekitar pukul 15.00 WIB, mengaku kaget karena tokonya telah tutup. Daniel langsung menanyakan kepada Edi Sucipto (54) seorang tukang parkir yang kesehariannya menjaga parkir di depan toko tersebut.

 
"Dia (Daniel) nanya kenapa toko ditutup, saya malah nanya balik, karena saya juga heran, tumben tokonya sudah tutup," kata Edi saat ditemui dilokasi, Jumat (15/11/2012).
 

Edi menuturkan Daniel pun masuk ke toko, dan menemukan istri serta anaknya telah tewas bersimbah darah. Daniel pun teriak histeris "Dibunuh" yang mengundang warga berdatangan ke lokasi.
 

Tewasnya pengusaha karpet diduga dibunuh oleh pegawainya sendiri yang berinisial SH dan SG karena dendam saat dipecat.

Rika tewas terkena sabetan senjata tajam jenis golok di bagian perut dan leher sementara anaknya mengalami luka sabetan golok di bagian perut, lengan dan luka memar di bagian wajah.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi menuturkan saat ini kedua jenazah sudah dibawa ke RSCM untuk selanjutnya dilakukan otopsi.

"Diduga pelaku tak boleh masuk kerja pagi harinya, karena keduanya terlibat cekcok mulut dengan pihak lain yang belum diketahui," kata Didik saat dihubungi Tribun.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Jatinegara dan Polres Jakarta Timur. Kedua pelaku yang berinisial SH dan SG pun masih dalam pengejaran tim buser kepolisian.


11.53 | 0 komentar | Read More

Polisi Tembak Pembunuh Berantai

TRIBUN-MEDAN.com, SUBULUSSALAM – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil berhasil menangkap setelah menembak seorang pria yang paling dicari kepolisian setempat karena terlibat dalam serangkaian kejahatan berat, mulai dari merampas dan menadah sepeda motor, menikam, memerkosa, sampai membunuh para korbannya. Si pelaku bukan saja beraksi di wilayah hukum Kota Subulussalam, tapi juga merambah hingga ke Aceh Singkil.

Pria itu bernama Raja Mika alias Ateng, berumur 21 tahun, sudah menikah dan punya satu anak. Tercatat sebagai penduduk Desa Penuntungan (SKP C), Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Ia diduga melakukan pembunuhan berantai dengan sasaran pasangan yang berpacaran di tempat gelap atau sepi, baik di Aceh Singkil maupun Kota Subulussalam

Tapi, petualangan pria yang berjuluk Ateng ini berakhir setelah polisi dari Polres Aceh Singkil berhasil mengendus tempat persembunyiannya, di rumah kakaknya, Desa Peunaron, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

"Ateng ditangkap di rumah kakaknya pada Minggu, 11 November 2012 sekitar pukul 22.30 WIB dalam sebuah operasi khusus," ungkap Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang Syafrianto SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ibrahim kepada Serambi di Subulussalam, Kamis (15/11/2012). Penangkapan Ateng dipimpin langsung oleh AKP Ibrahim yang bergerak dari Singkil ke Aceh Timur bersama lima anggotanya.

Saat ditangkap, kata AKP Ibrahim, pelaku berusaha melarikan diri, sehingga polisi terpaksa menembak kaki kirinya. "Apalagi saat itu di tas pelaku terdapat parang dan ia mulai merogoh tasnya," ujar AKP Ibrahim.

Menurut AKP Ibrahim, saat ditangkap, pelaku baru sekitar empat jam berada di rumah kakaknya itu. "Tapi waktu kami sergap, pelaku berusaha melarikan diri, jadi seketika itu juga langsung kita tembak," tukas AKP Ibrahim.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang Syafrianto menyatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ateng merupakan sosok yang paling dicari Polres Aceh Singkil, karena serangkaian kejahatan yang diduga dia lakukan. Pencarian terhadapnya semakin diintensifkan polisi terkait dengan kasus terbunuhnya Risma Kristiana (20).

Sebagaimana diberitakan terdahulu, gadis yang bermukim di Jalan Teuku Nyak Adam Kamil, Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam itu ditemukan jasadnya dalam keadaan membusuk di lahan perkebunan kelapa sawit Desa Suro Baru, Kecamatan Suro, Aceh Singkil, Sabtu (20/10/2012).

Polisi curiga bahwa yang menghabisi Risma adalah Ateng, setelah polisi mendapatkan ciri-ciri pelaku dari korbannya yang lain. Korban dimaksud adalah Ikhwan (21). Teman pria Risma ini ditikam perutnya oleh pelaku yang tidak dia kenal, saat berboncengan di dekat lokasi MTQ Kota Subulussalam, Sabtu (13/10) lalu. Tikaman itu mengenai ulu hatinya, sehingga sampai kemarin Ikhwan masih dirawat di RS Adam Malik Medan.

Setelah Ikhwan ditikam, pelaku menarik paksa Risma Kristiana, teman wanita yang ia bonceng naik sepeda motor. Risma kemudian diculik. Menurut pihak keluarga, saat meninggalkan rumah, Risma beralasan hendak melihat acara penutupan MTQ di Desa Lae Mbersih Kecamatan Penanggalan, Subulussalam.

Pascakejadian itu, Risma dicari-cari, tapi tak jua ketemu. Dihubungi ke handphone-nya pun tidak aktif. Selang seminggu, pada 20 Oktober, jasad Risma ditemukan dalam keadaan membusuk di kebun sawit milik Nasjuddin (48), warga Desa Suro Baru, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil.

Atas kejadian yang menimpa Ikhwan dan Risma, polisi mencurigai Atenglah sebagai pelakunya. Apalagi pascakejadian itu ayah satu anak itu menghilang dari rumahnya. Dicari ke mana-mana, tapi tak ketahuan tempat sembunyinya. Sampai akhirnya didapat info yang meyakinkan bahwa Ateng bersembunyi di rumah kakaknya di Aceh Timur. Saat diikuti ke Aceh Timur, info itu ternyata benar dan Ateng berhasil diringkus, meski berupaya kabur. "Pelakunya ada dua orang, satu sudah ditangkap, yang satunya lagi buron," kata Kapolres Aceh Singkil kepada Serambi.

Kapolres Aceh Singkil menilai, Ateng termasuk profesional dalam melakukan rangkaian kejahatan. Ia terlibat mulai dari mencuri hingga menampung sepeda motor curian. Ia juga diduga membunuh lebih dari dua orang dan memerkosa seorang wanita di atas usianya.

Para korban, kata Kapolres, hampir semua dia lukai bahkan bunuh. Ia bersama temannya yang kini buron, juga memerkosa secara bergilir seorang wanita yang kemudian mereka aniaya hingga tewas. "Peristiwa itu terjadi di Trans 26 Rimo, Gunung Meriah, Aceh Singkil. Korban yang pria dia bunuh, sedangkan perempuannya diperkosa secara bergilir. Di Subulussalam, yang prianya dia tikam sementara perempuannya diperkosa lalu dibunuh," kata Kapolres.

Saat membunuh dan memerkosa di Singkil maupun di Subulussalam, pelaku tidak sendiri, melainkan dibantu oleh temannya. "Tapi dalam kasus di Aceh Singkil dan Subulussalam teman pelaku berbeda. Sekarang sedang kita kejar," tambah Kapolres.

Kini, sebuah sepeda motor hasil kejahatannya dan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya telah diamankan Polres Aceh Singkil sebagai barang bukti.

Tersangka kini mendekam dalam pengapnya sel Mapolres Aceh Singkil. Ia dijerat dengan pasal berlapis (Pasal 340, 338, dan 365 ayat 4e KUHPidana) mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, hingga perampokan dan pencurian sepeda motor dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati dan minimal penjara seumur hidup. (kh)

Sasarannya Orang Pacaran
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang mengungkapkan bahwa sasaran utama aksi kejahatan Raja Mika alias Ateng (21) selama ini adalah pasangan yang berpacaran di tempat gelap atau sunyi.

Aksi kejahatan itu, kata Kapolres AKBP Bambang kepada Serambi, Mingu kemarin, ia duga terencana dengan baik, sebab bukan sekali dua hal itu dilakukan Ateng terhadap korbannya.

Modus yang dilakoni Ateng, menurut Kapolres, adalah merampas sepeda motor pasangan yang pacaran di tempat gelap atau sepi. Si pria dia tikam bahkan bunuh. Sedangkan wanitanya dia perkosa dan rampas barang-barang berharga milik korban, lalu dia bunuh.

Untuk memuluskan aksinya, kata Kapolres, seperti terjadi dalam kasus pembunuhan di Kota Subulussalam, pelaku lebih dulu menyaru sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH), sehingga memungkinkan mendekati pasangan yang pacaran.

Atas dasar fakta tersebut, Kapolres AKBP Bambang Syafrianto SIK mengingatkan para pemuda dan remaja agar tidak berpacaran ke lokasi-lokasi sunyi dan gelap. Sebab, selain memang bertetangan dengan norma agama, juga dapat memicu terjadinya aksi kejahatan, seperti yang selama ini dilakoni Ateng.

Kapolres AKBP Bambang mengakui, pengungkapan dan penangkapan Ateng yang terlibat serangkaian tindak pidana berat memakan waktu agak lama, lantaran pelakunya dalam pelarian selalu berpindah-pindah.

Karena itu pula, Polres Aceh Singkil membentuk tim khusus yang dipimpin Kasatreskrim AKP Ibrahim. Tim itu terus melacak keberadaan pelaku yang akhirnya diketahui berada di Aceh Timur dan berhasil dibekuk.

Namun, polisi kini masih menguber A (35), duda asal Kota Subulussalam. Ia diduga ikut membantu Ateng saat mengeksekusi korbannya di Kota Subulussalam. Lalu, sepeda motor korban jenis Supra 125 tanpa pelat dibawa lari ke arah Medan menuju Aceh Timur. Tapi nahas, di Stabat, Sumatera Utara, sepeda motor tersebut terjaring razia, sehingga ditahan polisi lantaran tidak memiliki surat-surat lengkap. Namun, A berhasil melarikan diri. Polres Aceh Singkil telah memasukkan namanya ke dalam daftar pencarian orang (DPO). (kh)


11.53 | 0 komentar | Read More

Aqua Motivasi Siswa SMA Negeri 2 Siantar

Tribun Medan - Jumat, 16 November 2012 11:32 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Alumni SMA Negeri 2 Kota Pematangsiantar yang kini telah menjadi motivator terkenal di Indonesia,  Aqua Dwipayana (42) memotivasi kepada siswa dan guru di sekolahnya itu.

Aqua adalah angkatan tahun 1988 yang sebelumnya sempat menjadi jurnalis, dan kini selain jadi motivator menjadi pengusaha sukses. Ia banyak memberikan dorongan semangat kepada para siswa.

Dengan menceritakan jenjang prestasi yang dijalaninya, kini dia bisa berdiri di hadapan para guru dan siswa yang masih aktif. Bahkan, dikatakannya bahwa pada masanya, dia merupakan siswa dari keluarga kurang beruntung pada masanya. Hanya saja dengan bermodalkan semangat dan persiapan diri.

"Belajar dan tidak minder adalah modal utama. Kita lahir tanpa apa-apa, dan matipun tidak akan membawa apa-apa. Banyak-banyaklah melakukan aksi sosial," katanya. (afr / tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger