Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kesal, Orangtua Siksa Anak Hingga Tewas

Written By Unknown on Kamis, 19 Desember 2013 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com, BATAM - Muhammad Rizky Zacky (3), bocah malang ini meninggal dunia karena siksaan orangtuanya, Rabu (18/12/2013). Putra pertama dari Achen bin Mustofa (27) dengan mantan istrinya Leniwati diketahui tewas sekitar pukul 07.00 WIB dikediamannya di Perumahan Puri Mas, blok E3 nomor 13 Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kematian Rizky nyaris tertutup rapi, karena tidak ada satupun yang melapor ke polisi. Karena kecurigaan pihak medis melihat kondisi fisik Rizky, yang dianggap tidak wajar meninggalnya, pihak RSUD berkoodinasi dengan pihak Polsek Batu Aji. Dari hasil intrograsi yang dilakukan polisi, terungkap dugaan pembunuhan atas tewasnya Rizky.

Di sekujur tubuh bocah malang itu terdapat memar. Biru lebam tampak jelas di area wajahnya. Sementara di lehernya terdapat luka bekas cekikan kuku. Perutnya membengkak. Diduga sebelum tewas Rizky dianiaya terlebih dahulu.

Kepada polisi Achen dan istri keduanya Rosalina mengaku sempat memukul atau menganiaya Rizky sebelum meninggal. Sejak Senin (16/12/2013) Rizky terus nangis, akibat sakit dan perutnya kembung, karena tidak mau makan dan hanya minum air putih saja.

"Rizky sejak Senin nangis terus, perutnya kembung maunya minum air terus dan tidak mau makan, saya emosi jadinya. Awalnya saya hanya bekap mulut Rizky agar dia diam, tapi masih nangis. Terus saya tampar dan banting ke tembok tiga kali,"ujar Rosalina ibu tiri Rizky.

Akibat pukulan dan benturan itu, kondisi Rizky terus memprihatinkan. Rizky terus nangis sampai Selasa (17/12/2013) malam dan tubuhnya panas tinggi. Inilah membuat Achen ayah kandung Rizky juga emosi. Selasa malam Rizky kemudian dipukul oleh Achen ayah kandungnya itu. Leher Rizky dicekik dan dibanting ke tempat tidur. Karena pukulan dan benturan keras itu, diduga membuat Rizky meninggal sekitar pukul 02.00 dinihari Rabu (18/12/2013).

"Tidak ada saya siksa anak kandung saya sendiri. Saya hanya dorong dia agar diam. Setelah itu saya peluk badannya. Karena dia kalau nangis terus muntah-muntah, jadi saya saat itu hanya menenangi dia aja. Sampai saya bilang sudahlah dek, kasihan badanmu tidak makan-makan dan perut jadi kembung,"kata Achen.

Achen menceritakan kalau meninggalnya Rizky, karena ulah Rosalina istrinya yang sering menganiaya, karena anak tiri. Karena malam sebelumnya, Rosalina (ibu tiri Rizky red) sempat injak perut Rizky. Karena percaya alasan dan omongan dari Rosalina, Rizky pun ditinggal sama ibu tirinya, saat Achen pergi kerja.

"Malam sebelumnya Rosalina sempat injak perut anak saya. Saya sempat marah, tapi karena saya percaya dia sarjana agama, Selasa siang Rizky saya titip dengan istri kedua saya itu saat pergi kerja. Saat pulang pada sore hari, badan anak saya jadi bengkak semua dan perut kembung," ujar Achen.

Sebelum Rizky meninggal, Achen sempat dorong anaknya itu ke tempat tidur, karena tidak mau dirayu untuk makan. Saat itu Rizky masih tetap nangis. Namun sekitar pukul 02.00 WIB, Rizky tidak bergerak lagi. Darah pun keluar dari telinga dan hidung Rizky.

"Paginya baru kami bawa ke RSUD, tapi kata dokter anak saya sudah meningal empat jam yang lalu sebelum datang di RSUD. Sebelum tewas, setiap saya pulang kerja anak saya seperti orang ketakutan. Badan saya langsung dipeluknya. Mungkin kalau anak saya bisa ngomong, pasti bisa diketahui apa yang terjadi dirumah selama saya kerja. Saya yakin anak saya disiksa oleh istri kedua saya," kata Achen.

Menurut paman korban yang tak mau menyebutkan namanya, sehari-hari korban dikenal sebagai anak yang nakal. Namun kenakalan itu masih sebatas kenakalan anak kecil.

"Kalau mengapa bisa sampai seperti ini kejadiannya, saya juga tidak tahu. Berpikir positif saja," kata paman korban.

Sebelum mendapat kabar malang ini, ia mengatakan dua hari lalu, Rizky sempat dibawa ke RS Awal Bross Batam. Kata dia lantaran sakit demam.

"Sampai menggigil badannya. Saat itu mukanya memang sudah biru. Kata adik saya, biru mukanya karena terjedot dinding waktu mati lampu," ceritanya.

Selama ini, menurutnya sikap adik iparnya, Achen dan istri keduanya, tak menunjukkan gelagat aneh kepada Rizky.

"Biasa aja. Nggak tahu jugalah mengapa bisa seperti ini," kata dia.

Pjs Kapolsek Batuaji Kompol Heryana mermbenarkan kejadian itu. Dua terduga pelaku penganiayaan berujung meninggal Achen dan Rosalina sudah ditahan. "Kami masih selidiki lagi, informasinya memang begitu (dianaya) tapi kami akan selidiki lebih jelas lagi," ujar Haryana.

Kanit Reskrim Polsek Batu Aji Iptu Andi Sutrisno menambahkan petugas medis RUSD Embung Fatimah melaporkan kepada pihaknya, terkait kecurigaan atas kematian bayi yang tidak wajar.

"Tadi pagi kami dapat laporan dari petugas di RSUD ada bayi meninggal tidak wajar. Setelah kami datangi, ternyata benar," ucap Iptu Andi Sutrisno saat ditemui di kamar jenazah RSBP Batam.

Saat ini pihaknya telah mengamankan orangtua korban, Rosalina, ibu tiri, dan Achen, ayah kandung korban.

"Pelakunya ibu tiri dan ayah kandungnya. Tempat kejadian perkara di Perumahan Puri Mas, blok E3 nomor 13 Batu Aji," ujarnya.


11.53 | 0 komentar | Read More

JKN di Medan: Kurang Sosialisasi hingga Minimnya Alokasi

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Mulai tanggal 1 Januari 2014, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) untuk kesehatan yang dipegang  oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) segera dilaksanakan.
Namun sampai sekarang kebanyakan warga yang akan menjadi penerima manfaat layanan BPJS Kesehatan ini belum tahu apa itu BPJS Kesehatan ataupun JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Bekmi Darusman Silalahi,
Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (ELSAKA) yang melakukan pendampingan terhadap isu layanan kesehatan di Medan selama empat tahun terakhir, memberikan beberapa catatan dan rekomendasi dari  Rabu (19/12/2013).

Sosialisasi Terbatas

BPJS Kesehatan memang sudah menentukan siapa yang akan menjadi peserta JKN yang dibagi ke dalam dua katagori yaitu PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan Bukan PBI. Bekmi memprediksi Kategori pertama akan menjadi polemik dan sumber masalah penyelenggaraan JKN kedepannya sebab tidak ada kriteria baku yang bisa digunakan sebagai acuan penentuan siapa yang dikatakan miskin dan tidak mampu.
"Untuk itu pemerintah, BPJS Kesehatan dan pihak-pihak terkait layanan JKN harus turun langsung ke lapangan, tidak cukup menggunakan media elektronik ataupun internet yang jumlah pengaksesnya sangat terbatas," katanya.

Perlu Cek Fisik Lapangan

Pemerintah dan BPJS Kesehatan harus melakukan pendataan langsung ke lapangan (cek fisik) apakah orang yang namanya terdaftar sebagai peserta JKN atau BPJS Kesehatan adalah benar-benar warga miskin dan tidak mampu. Cek fisik lapangan juga tidak cukup hanya mengandalkan tenaga-tenaga sukarelawan dari mahasiswa, harus melibatkan pemerintahan lokal bersama tokoh masyarakat lokal karena merekalah yang kenal siapa warga miskin dan tidak mampu di daerahnya. Kemudian perlu pengawasan dari lembaga independen untuk proses pendataan ini sehingga tidak sarat dengan kepentingan sekelompok orang tertentu.

Pengawasan Penyelenggaraan JKN

Sebanyak 86,4 juta orang peserta BPJS Kesehatan lewat program peserta PBI yang diklaim pemerintah dipastikan pesertanya masih banyak yang belum terkaver atau bahkan ada yang tumpang tindih. Hal ini merujuk pada alokasi kepesertaan yang diberikan kepada Sumatera Utara yang sekitar 300 ribu peserta dan Kota Medan hanya mendapatkan alokasi 63.000 peserta.
Alokasi untuk Kota Medan ini jauh di bawah coverage kepesertaan JPKMS (Medan Sehat) selama ini yaitu 354.855 jiwa.
Disisi lain, BPJS Kesehatan diprediksi akan membuat rumah sakit menjadi "pasar orang sakit" sebab setiap warga yang sakit akan berlomba-lomba langsung ke rumah sakit tanpa melalui Puskesmas. Dalam hal ini, setiap rumah sakit –karena mandat undang-undang- akan menampung semua warga yang sakit yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan atau JKN dan gratis, tapi dipastikan bahwa kualitas layanan akan jauh dibawah standar layanan minimum karena perbandingan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dengan warga yang berobat akan jauh perbandingannya, bisa 1 berbanding 100. Alhasil pelayanan juga akan asal-asalan. Karenanya kesiapan rumah sakit dari segi teknis, sumber daya, fasilitas, harus benar-benar disiapkan kalau tidak ingin layanan JKN menjadi masalah baru bagi layanan kesehatan warga.
Menurutnya, carut marut layanan kesehatan yang ada selama ini seperti Jamkesmas, Jampersal, Jamkesda, Medan Sehat, tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari legislatif selaku institusi yang menyetujui pelaksanaan dan pembiayaan program layanan kesehatan tersebut. Untuk itu, kedepannya diharapkan keberadaan DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) diperkuat hingga ke tingkat Kabupaten/Kota dengan pelibatan unsur profesional dan lembaga swadaya masyarakat di dalamnya. "Ruang pengawasan publik juga perlu dibuka dan dipublikasikan tentang cara atau model pengawasan dan pengaduan penyimpangannya," imbuhnya.

Pentahapan Yang Tidak Menghilangkan Hak Atas Layanan

Pemerintah telah menetapkan bahwasanya kepesertaan Jaminan Kesehatan di bawah BPJS Kesehatan bersifat wajib dan dilakukan secara bertahap sehingga mencakup seluruh penduduk. Tahap pertama mulai tanggal 1 Januari 2014 dengan menetapkan yang menjadi peserta adalah PBI Jaminan Kesehatan.
Tahap kedua meliputi seluruh penduduk yang belum masuk sebagai Peserta BPJS Kesehatan paling lambat pada tanggal 1 Januari 2019.
"Yang menjadi kekhawatiran adalah dalam proses pentahapan penyelenggaraan ini, bagaimana dengan nasib penduduk yang tidak punya jaminan sosial apapun dan tidak masuk dalam katagori PBI Jaminan Kesehatan? Padahal mereka adalah penduduk yang selama ini juga dibebankan biaya-biaya pajak, retribusi, dan lain sebagainya sebagai penerimaan negara. Siapa yang menanggung mereka? Apakah mereka akan dibiarkan bilamana sakit?"
Untuk itu, katanya, sebaiknya proses pentahapan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan ini tidak harus menghilangkan hak atas layanan bagi setiap warga negara, sekalipun mereka belum terdaftar sebagai peserta JKN atau BPJS Kesehatan. Sebab tidak sedikit penduduk yang stateless (tidak jelas status kependudukannya) karena mahalnya biaya pengurusan administrasi kependudukan. BPJS Kesehatan dan pemerintah harus memberi perhatian lebih kepada kelompok-kelompok rentan yang stateless ini, tidak malah dibiarkan.
Hal lainnya, lanjut Bekmi, agar warga miskin tidak meradang dengan kehadiran BPJS Kesehatan ini, ada baiknya pengintegrasian program-program layanan kesehatan daerah ke BPJS Kesehatan tidak dalam bentuk penumpukan pembiayaan (APBN dan APBD) dalam satu pintu kas.
Menurutnya, jika hal itu yang dilakukan dikhawatirkan akan membuka ladang korupsi baru bagi penyelenggaranya. Untuk itu yang perlu dibangun adalah sistem penyelenggaraan dan pendataan yang terintegrasi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah. Biarkan pemerintah daerah tetap mengelola program dan pembiayaan layanan kesehatan daerah seperti JPKMS, namun data kepesertaannya tidak boleh ganda dengan peserta BPJS Kesehatan. Sehingga nasib peserta JPKMS maupun yang kehilangan status peserta Jamkesmas yang ada selama ini tidak menjadi terombang ambing. Demikian juga dengan jaminan sosial bagi warga yang stateless, bisa dikaver dalam program layanan kesehatan daerah.

(ton/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Azam : Rudi Pelatih Muda Berkarakter

Laporan wartawan Tribun Medan/ Tatang Sinaga

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Harian PSMS Medan Azam Nasution mengatakan sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Rudi Saari saat ini. "Seluruh insan sepakbola Sumut pasti sangat sedih melihat kondisi beliau sekarang. Untuk itu mari kita sama-sama berdoa untuk kesembuhannya. Bagaimanapun juga beliau merupakan sosok yang berjasa mengangkat nama Sumut di kanca sepakbola nasional," katanya saat dikonfirmasi dari Medan, Kamis (19/12/2013).

Azam menganggap Rudi Saari adalah sosok pelatih muda yang berkarakter. Dia juga melihat Rudi sangat akrab setiap anak didiknya. Itu yang membuatnya bisa cepat beradaptasi dengan pemain yang dilatihnya. Ketiak dia terbaring di rumah sakit banyak eks anak asuhnya yang turut menjenguk.

"Untuk ukuran pelatih muda sebenarnya dia sangat berprestasi. Selain membawa PSMS juara Piala Emas Bang Yos, Rudi juga berhasil mengharumkan nama baik Sumut dengan meraih medali perak di PON Palembang," jelasnya. Azam berharap Rudi lekas mendapatkan kesembuhan.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Tatang Mulyana Sinaga

Editor: Silfa Humairah


11.53 | 0 komentar | Read More

Warga Desa Lidah Tanah Minta Pengaspalan Jalan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH- Warga yang berada di Desa Lidah Tanah Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai meminta agar pihak Pemerintah Kabupaten segera melakukan pengaspalan jalan, Kamis, (19/12/2012). Pasalnya hingga saat ini jalan yang ada di Desa ini masih tampak rusak.

Meski ada dusun yang sudah diaspal namun ada kawasan yang hanya dilakukan pengerasan saja oleh Pemkab. Pengerasan jalan sendiri menurut warga sudah bertahun tahun namun sampai saat ini belum juga diaspal.

Hariman (21) salah satu warga berharap agar secepatnya Pemkab Serdang Bedagai melakukan pengaspalan. Pengerasan jalan yang berlarut larut membuat kondisi jalan semakin tampak buruk.

"Lama kali diaspal sekarang batu batu jadi berkeluaran. Rusak kendaraan sepeda motor kalau seperti ini. Pengerasan jalan tapi gak diaspal apa gunanya,"ujar Hariman.

Di Desa ini Jalan yang tampak belum diaspal dan sudah dalam pengerasan tersebut berada di Dusun IV.

(dra/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Rosalina Akui Emosi Tidak Terkendali Pukul Rizky

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUN-MEDAN.com, BATAM-Rosalina (23) ibu tiri Muhammad Rizky Zacky (3), mengaku emosinya tidak bisa dikendali, pascakeguguran kandungan anak pertamanya. Rasa kesal tiba-tiba muncul, mendengar suara tangisan dari Rizky. Ditambah lagi, kondisi anak tirinya sedang sakit dan tidak mau makan.

"Saya kesal, anak ini (Rizky) tidak mau makan, nangis terus dan muntah-muntah. Apalagi saya baru keguguran dan belum sehat. Saya pukul Rizky karena kesal aja, dia terus nangis,"ujar Rosalina ditemui di Polsek Batu Aji, Rabu (18/12/2013).

Dia sendiri tidak tahu bisa berujng kematian setelah Rizky dipukul. Awalnya, Rizky dipukul agar diam, namun anak tirinya itu malah menjadi-jadi nangisnya. Tanpa disadari Rosalina terus menerus memukul anaknya itu, bahkan sempat dibenturkan ke dinding dan perut Rizky diinjak.

"Saya tidak tahu bisa begini. Entah setan apa yang sudah rasuki saya. Tidak ada masalah apa-apa, baik itu sama suami saya. Rasa kesal saja, karena kondisi saya juga belum sehat pasca keguguran,"katanya.

Menurutnya, terpaksa nikah dengan Achen karena keperawanannya direnggut oleh ayah kandung Rizky itu. Selama enam bulan mendirikan rumah tangga, bukan didasari rasa cinta tapi karena terpaksa.

"Karena perawan saya diambil dia (Achen red) makanya saya mau nikah. Jujur aja saya tidak pernah mencitai Achen. Bukan karena tidak cinta, saya memukul Rizky, namun rasa kesal,"katanya.

Terpisah, Achen sendiri menuding bahwa meninggal anak kandungnya itu, akibat siksaan yang dilakukan Rosalina selama ini. Ini didasarkan dari pertama dia nikah, karena Rizky telihat ketakutan. Setiap pulang kerja Rizky tidak mau melepaskan tangannya saat memeluk Achen.

"Anak saya seperti orang yang ketakutan. Apalagi belakangan ini saya lihat ada lebam dibadan anak saya. Tapi saat saya tanya, Rosalina selalu bersumpah dan berbagai alasan disampaikan. Saya percaya saja, karena dia sarjana agama,"katanya.

Dia sendiri menyesal karena tidak bisa menjalankan amanah dari Leniwati (mantan istrin) untuk menjaga dan merawat Rizky. Leniwati saat ini berada di Malaysia, dan kabar meninggalnya Rizky disampaikan Achen kepada keluarganya yang ada di Batam.

"Saya nyesal karena tidak bisa menjaga dengan baik Rizky bersama saya. Itu anak kandung saya. Rosalina harus bertanggung jawab atas meninggalnya anak pertama saya,"ujarnya.


11.53 | 0 komentar | Read More

9 Jurnalisme Twitter Kalahkan Media Massa

Written By Unknown on Rabu, 18 Desember 2013 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com- Kiriman informasi yang berasal dari para pengguna twitter di seluruh dunia, kerap kali mengalahkan kecepatan penyajian berita di media massa baik itu televisi, online, radio apalagi untuk berita versi cetak.

Wajar karena informasi yang ditulis itu bisa dibuat oleh siapapun tanpa harus terbentur oleh etika jurnalistik. Sehingga tak jarang banyak informasi hoax atau bohong yang menyebar di dunia sosial. Selain itu, kecepatan menulis tweet juga tidak serumit menulis berita yang harus memerlukan konfirmasi mengenai fakta yang terjadi di lapangan.

Namun, sembilan tweet berikut, benar-benar menyajikan peristiwa dan fakta yang mengalahkan kecepatan berita di media dalam hal menyajikan informasi. Semua tweet ini ditulis oleh orang yang mengalami langsung peristiwa tersebut dan saat itu juga. Beberapa diantaranya bisa menjadi berita kategori ekslusif untuk media.

1. Pengumuman Royal Weeding
16 november 2010 pukul 6.04 pagi, akun twitter @clarenceHouse untuk pertama kalinya mengumumkan tentang perhelatan akbar pernikahan kerajaan inggris.

2. Gempa Bumi di China
Akun Twitter @dtan untuk pertama kalinya menyebarkan informasi mengenai peristiwa gempa bumi yang menghantam China. Tweet tersebut dikirimkan pada tanggal 12 Mei 2008 pada pukul 1.37 siang. "EARTHQUAKE in Beijing?? Yup...@keso I Felt it too!!" demikian isi tweet tersebut sementara saat itu belum ada satu pun media yang memberitakan peristiwa tersebut. Bahkan tweetnya ini lebih cepat dari informasi resmi yang dilaporkan oleh United States Geological Survey. Si pemilik akun, saat itu terus mengirimkan tweet yang ia peroleh dari para korban di lapangan.

3. Kematian Whitney Houston
Akun Big Chorizo yang beralamat di @Chilemasgrande menjadi orang pertama yang menuliskan informasi tentang kematian diva pop dunia Whitney Houston. "My sources say Whitney Houston found dead in Beverly hills hotel..Not in the news yet!!" demikian isi tweet yang dikirimkan pada 12 Februari 2012 pada pukul 7.30 pagi. Selain menginformasi berita kematian Whitney yang ia peroleh dari sumbernya, ia juga memastikan bahwa informasi tersebut belum disiarkan oleh media manapun.

4. Kecelakaan pesawat di Sungai Hudson
Ini merupakan contoh nyata bagaimana jurnlisme publik begitu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyebaran informasi. Kecelakaan pesawat yang terjadi di Sungai Hudson, kali pertama dilaporkan oleh pengguna twitter yang beralamat di @jkrums. Ia juga menyertakan foto yang diambil langsung dari tempat kejadian. "There's plane in the Hudson. I'm on the ferry going to pick up the people. Crazy" tulisnya dalam tweet yang dikirimkan pada tanggal 15 Januari 2009 pada pukul 8.36 malam.

5. Talkshow kandidat calon presiden Newt Gingrich's
Newt Gingrich's mengumumkan jadwal talkshow dirinya terkait pencalonannya sebagai Capres Amerika Serikat dari Partai Republik. Tweet dikirimkan olehnya pada tanggal 9 Mei 2011.

6. Penangkapan Osama bin Laden
Tweet ini sempat menggemparkan dunia lantaran menguak apa yang sebenarnya tengah terjadi di Abbottabad pada pukul satu dinihari. Ia membuat live-tweet mengenai penangkapan yang dilakukan oleh tim elit rahasia Navy Seal ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian gembong teroris paling dicari tersebut. Hebatnya, tweet pertama yang ia kirimkan ini sembilan jam lebih cepat sebelum seluruh media di dunia ini ramai memberitakannya. "Helicopter hovering above Abbottabad at 1Sm (is rare event)" demikian isi tweet yang ia kirimkan pada tanggal 2 Mei 2011 pada pukul setengah tiga dinihari.

7. Pemboman Boston
Berita mengerikan terkait pemboman di acara lari marathon di Boston pertama kali disampaikan oleh seseorang yang berada tak jauh dari garis finish. Saat itu ia mengunggah foto ledakan tak lama setelah terjadi pemboman tersebut. Sayangnya, kemudian infomasi itu banyak simpang siur. Tak sedikit diantaranya yang meretweet informasi yang salah.

8. Gempa bumi di Virginia
Informasi gempa bumi yang menghantam Virginia pada 24 Agustus 2011 dengan cepat menyebar di twitter. Kali pertama, informasi ini disebarkan oleh Andi Carvin yang beralamat di @acarvin dari Washington DC. Tweet ini lebih cepat 30 detik sebelum orang-orang di New York merasakan rambatan gempa itu sendiri dan tentu saja, tweet ini menjadi yang pertama sebelum ada satu media pun yang memberitakannya. Setelah itu, atau sekitar satu menit setelah gempa, sudah ada sekitar 40 ribu tweet yang tersebar di twitter.

9. Pengumuman IPO twitter
Twitter mengumumkan penawaran umum saham perdananya atau IPO pada 13 September 2013 pukul empat dini hari. Tweet ini dibuat lebih cepat daripada informasi resmi yang mereka keluarkan melalui siaran pers.(mashable)


11.53 | 0 komentar | Read More

Siswi SMP Dibunuh Mantan Kekasih

TRIBUN-MEDAN.com, Bogor -  Pembunuh Yayu Wahyuni (14), siswi MTs Miftahul yang jasadnya ditemukan di perkebunan karet Kampung Cinyurug RT 3/07, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, ditangkap petugas gabungan Polres Bogor.

Pelaku pembunuhan AA alias Apoy (18) ditangkap di rumahnya di Kampung Gunung Tangkil, Desa Cibeber I, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (16/12/2013) malam.

"Korban pernah berpacaran seminggu dengan pelaku. Motif pembunuhan karena korban menolak diajak berhubungan badan," ujar Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Asep Safrudin di Mapolres Bogor, Rabu (18/12/2013).

Asep menjelaskan, korban tewas akibat dicekik oleh pelaku setelah siswi MTs itu menolak diajak berhubungan badan. Pelaku yang panik karena korbannya berteriak kemudian menganiaya Yayu dan mencekik lehernya hingga tewas.

"Dalam kondisi sudah tidak bergerak, pelaku sempat mau menyetubuhi korban, namun tidak jadi. Tapi, pelaku sempat membuka celana panjang korban," katanya.

Apoy kata Kapolres dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Seperti diberitakan sesosok mayat wanita ditemukan di perkebunan karet Kampung Cinyurup RT 3/07, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (8/12) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.
Korban diketahui bernama Yayu Wahyuni (14), siswi SMP warga Kampung Leuwi Bengkok, Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor

Yayu tewas dengan luka lebam bekas pukulan benda tumpul. Selain itu hidung korban juga mengeluarkan darah.


11.53 | 0 komentar | Read More

Pemko Binjai Gelar Pasar Murah hingga 23 Desember

Laporan Wartawan tribun Medan/ M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Jelang natal dan tahun baru 2014, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah dan melakukan monitoring makanan kadaluarasa di sejumlah pusat jajanan, Rabu (18/12).

Pasar murah tersebut nantinya berlangsung hingga 23 Desember 2013 itu, pertama kali berlangsung di gedung Komiti Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tepatnya di depan Gedung Olahraga (GOR), Kec. Binjai Selatan dan tanah lapang Umar Baki, Kec. Binjai Barat.

Kepala Dinas Perinustrian dan Perdagangan, Drs Tulen Sinulingga mengatakan, Setelah pasar murah di gedung KNPI dan tanah lapang Umar Baki, pasar murah dilanjutkan ke Stadion Kota Binjai dan di tanah kosong, Jalan teratai, tepatnya di sebelah kiri Kel. Pahlawan, Kec. Binjai Utara.

Tulen mengungkapkan, jenis sembako yang dijual di pasar murah ini terdiri dari beras, telur, sirup, tepung trigu, bulben, minyak goreng (migor), kacang tanah, dan gula pasir. "Kembali saya ingatkan, siapa saja warga Binjai baik yang kaya dan miskin, dapat berbelanja di pasar murah," jelasnya.

"Karena pasar murah bukan bersifat bantuan masyarakat miksin, tetapi membantu seluruh masyarakat Kota Binjai," tegasnya seraya menambahkan, untuk berbelanja atau mengambil kupon, warga harus membawa foto kopi KTP.

Dalam kegiatan pasar murah ini, sambungnya, mereka menyediakan sebanyak 32.750 kupon untuk diberikan kepada masyarakat. "Soal harga sudah pasti lebih murah. Rata-rata harga sembako yang kita jual, lebh murah Rp 3 ribu dibanding harga di pasar. Intinya, satu paket sembako yang kita sediakan, disubsisi mencapai Rp 42.500," ungkapnya.

Tulen berharap, agar pasar murah yang diselenggarakannya itu dapat membantu masyarakat Kota Binjai untuk menghadapi natal dan tahun baru. "Mudah-mudahan masyarakat benar-benar terbantu dengan kegiatan ini," ucapnya.

Menyangkut sidak ke sejumlah pasar atau pusat jajanan, Tulen mengakui hal itu akan dilakukan bersama pihak terkait. "Itu pasti ada dan kita menunggu arahan dari Wali Kota Binjai. Sebelum sidak itu digelar, kita sudah melakukan monitoring secara rutin. Dari monitoring yang kita lakukan, belum ada ditemukan makanan yang daluarsa," kata Tulen.

"Karena ini mau natal dan tahun baru, saya minta warga berhati-hati dalam berbelanja makanan. Paling tidak, konsumen harus membaca keterangan pada makanan yang akan dibeli. Sehingnga konsumen tidak dirugikan dengan makanan yang sudah kadaluarsa. Jika ada temuan, laporkan saja kepada kita agar dapat ditindak lanjuti," pintanya.

(ari/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Polres Binjai Amankan Pemakai Sabu-sabu

Laporan Wartawan tribun Medan/ M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Polres Binjai mengamankan tiga orang pemakai sabu-sabu di sebuah rumah di Jalan Sawo Kelurahan Sukamaju Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat, selasa (17/12) malam sekira pukul 23.30

Ketiganya Muhammad Imam Mahdi alias Imam (21)  warga Jln Mushola Kelurahan Sukaramai Kecamatan Binjai Barat, Kartika Eva Sari alias Eva (33) warga Jln Coklat Kelurahan Sukamaju Kecamatan BInjai Barat, serta Edi Susanto alias Asan (25) selaku pria pemilik rumah.

Dalam penangkapan itu, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua paket kecil sabu, sebuah bong untuk alat hisap dan beberapa perlengkapan pendukung lainnya.

Kasat narkoba AKP PS Simbolon, Rabu (18/12) mengatakan penangkapa ketiga tersangka bermula dari informasi masyarakat terkait seringnya berlangsung pesta narkoba di kediaman tersangka Edi Susanto.

Atas dasar itu, petugas pun melakukan penyelidikan hingga diketahui kebenarannya. Dengan upaya cepat, beberapa personil langsung disiapkan untuk kemudian melakukan operasi penggerebekan di lokasi dimaksud.

Hasilnya petugas mengamankan tiga orang dari dalam rumah diduga hendak mengkonsumsi narkoba, serta menyita barang bukti sabu dan peraatan pendukung lainnya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, alhasil para tersangka dibawa menjalani proses pemeriksaan menuju Mapolres Binjai.

Kepada petugas, Edi seorang tersangka mengaku memperoleh sabu dari bandar berinisial C warga Kelurahan Sukamaju Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat, dimana sabu tersebut dibelinya seharga Rp 100 ribu per paket.

(ari/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Gedung Baru DPRD Medan Bernilai Rp 90 miliar Tidak Refresentatif

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Selasa malam melakukan kunjungan ke gedung baru DPRD Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis Medan. Dalam kunjungan tersebut rombongan DPRD Medan yang dimpipin Ketu DPRD Medan Amiruddin, Wakil Ketua H.Ikrimah Hamidy ST MSi, Wakil Ketua H Sabar Syamsurya Sitepu SSos mengecek seluruh kondisi gedung enam lantai tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Medan memastikan bangunan bernilai Rp 90 miliar lebih itu sudah selesai dan siap digunakan pada Januari mendatang. Meski dipastikan sudah siap secara fisik, rombongan DPRD Medan menemukan sejumlah ruangan dibuat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Salah satunya adalah ruangan rapat paripurna di lantai I yang sepertinya kurang refresentatif dan tidak punya cerminan etnik yang jelas.

"Secara fisik sudah siap, namun dari beberapa ruangan kita sangat menyayangkan tidak dibuat sesuai dengan ketentuan awal. Seperti ruangan rapat paripurna yang tidak refresentatif, lantainya dari kayu triplek," ungkap Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy ST MSi kepada wartawan Rabu (18/12).

Ruang paripurna juga dinilai kurang refresesntatif dikarenakan tidak ada pintu darurat bagi pimpinan sidang. "Biasanya ada pintu darurat ini tidak ada," ungkapnya.

Tidak hanya itu, rombongan DPRD Medan juga menemukan jendela tanpa jerjak yang dinilai dapat membahayakan. "Di lantai empat ada  jendela yang bisa berpotensi menimbulkan bahaya. Seharuanya jendela itu dikasih jerjak," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan Amiruddin dalam kunjungan tersebut mengatakan secara fisik bangunan gedung baru DPRD Medan tersebut sudah siap dilakukan. "Kalau secara fisik sudah siap, namun tinggal masalah daya saja," ungkapnya.

Amiruddin mengatakan, awal Januari 2014 mendatang gedung baru ini disaptikan sudah bisa ditempati. "Kalau fisiknya sudah siap dan Januari mendatang sudah bisa ditempati," ungkapnya.

Terkait dengan persoalan ini, pihak PT Pembangunan Perumahan, Anto tidak bisa menjawab lebih jelas karena  bukan kapasitasnya untuk menjawab. "Kalau ini kurang tahu," ungkapnya.

Namun, ia mengatakan bangunan gedung DPRD Medan dipastikan sudah siap. "Bangunannya sudah siap,  dan kita sudah serahterimakan secara bertahap kepada Pemko Medan," ungkap Anto salah seorang pengawas PT PP.

(afr/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger