Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ketika Susi Pudjiastuti Kosongkan "Cooler" untuk Tempat Mayat

Written By Unknown on Jumat, 31 Oktober 2014 | 11.54

TRIBUN-MEDAN.com, BANDUNG – Suara tangisan terdengar di antara ribuan warga yang memadati pekarangan rumah Susi Pudjiastuti, tahun 2006 silam. Wajah yang ketakutan, kosong, bingung harus berbuat apa.

Pemberitaan luar biasa atas tsunami Aceh 2004 silam, membuat warga Pangandaran panik tatkala gempa yang menimbulkan tsunami melanda wilayahnya. Memang kekuatannya tidak sebesar Aceh, namun toh bencana itu memporak porandakan Pangandaran.

Di tengah kepanikan tersebut, seolah hanya satu rumah yang ada di dalam benak warga untuk berlindung, yakni rumah Susi Pudjiastuti. Alhasil, mereka berbondong-bondong ke rumah Susi dan menunggu instruksinya.

Di sisi lain, Susi terlihat serius berbincang dengan sejumlah pegawainya. Dari gerak tangannya, ia seperti sedang memerintahkan sesuatu. Benar saja, tak berapa lama, pegawainya termasuk asisten rumah tangga menyebar. Ada yang ke dalam rumah ada pula yang membantu warga menenangkan diri, dan pergi menyisir mayat korban tsunami.

Dari dalam rumah, asisten rumah tangga Susi membawakan sejumlah makanan untuk para pengungsi. Susi membuka seluruh pintu masuk rumah dan perusahaannya untuk pengungsi. Bukan hanya untuk tempat tinggal sementara, tapi makanan, minuman, semangat, dan apapun yang dibutuhkan.

"Karena kami kedinginan, kami juga mendapatkan selimut dan pakaian. Saat itu harapan kami memang hanya pada Bu Susi. Selain ia orangnya baik, dia punya pengalaman dari gempa Aceh. Makanya kami berbondong-bondong datang kesini," ucap Dadang (43) warga Pangandaran.

Selain itu, Susi mengosongkan cooler miliknya untuk mayat. Hingga bantuan datang, mayat-mayat korban tsunami tersebut sebagian disimpan di tempatnya Susi.

Kondisi ini berlangsung beberapa hari hingga kondisi Pangandaran reda dan pengungsi ditempatkan di pengungsian sementara. 

Susi pun menyemangati para nelayan untuk mengendalikan traumanya. Salah satunya dengan kembali melaut. Susi berjanji, berapapun ikan yang dihasilkan akan dibeli olehnya dengan harga yang tinggi.

Kini, di tahun 2014, nama Susi kembali menjadi perbincangan. Dia dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja.


11.54 | 0 komentar | Read More

Sosok Aneh Muncul Saat Dua Sahabat Ini Foto Selfie

TRIBUN-MEDAN.com - Victoria Greeves (22) dan Katley Atkinson (23) terkejut bukan kepalang saat melihat foto hasil selfie mereka. Bagaimana tidak, sosok misterius muncul di belakang mereka. Sosok itu sangat aneh hingga mereka sendiri tak memiliki kata-kata untuk menjelaskannya. Saking takutnya, Victoria yang berprofesi sebagai perawat kesehatan ini langsung menghapus foto itu.

Adapun foto itu, diambil di sebuah bar di Newcastle pada Minggu malam kemarin.

"Kami mengambil gambar di bar sebagaimana yang biasa kami lakukan, kami memang hobi selfie. Setelah itu, foto itu kamu unggah ke snapchat, saat itu tidak ada yang aneh," ucap Victoria sebagaimana dikutip tribunjogja.com dari mirror.co.uk, Kamis (30/10/2014).

Hal yang aneh itu mulai disadari ketika Katley berteriak panik menghampiri Victoria sambil menunjuk ke arah foto mereka.

"Lihat baik-baik!" Kata Victoria menirukan ucapan Katley.

Katley menjelaskan bahwa dirinya menemukan sosok misterius dan mengerikan yang muncul di belakang mereka ketika selfie. Sosok perempuan itu hadir mengenakan pakaian khas seperti yang sering digunakan oleh warga setempat. Sosok berambut panjang itu pun diakuinya seolah tengah tersenyum ke arah keduanya.

Mendengar penjelasan Katley, Victoria hanya tertawa dan menganggap tak serius. Wajar saja, Victoria termasuk orang yang tak percaya dengan hal-hal seperti itu.

"Namun saat saya lihat lagi, benar-benar sulit dipercaya, mengerikan!" ucapnya.

Setelah itu, Victoria tak berani melihat gambar itu lagi.

"Jelas sekali ada sosok wanita tertawa di belakang kami," jelasnya.

Sementara itu, seorang pekerja di bar tempat keduanya selfie menjelaskan bahwa banyak orang yang menganggap bahwa foto itu palsu alias hasil editing photoshop. Ia pun tak percaya dengan adanya sosok tersebut. Bahkan para pekerja di bar, selama ini tak pernah mengalami atau menemukan hal-hal yang aneh.

"Banyak yang tak percaya, dan kami tak bisa menyalahkan mereka atau memaksa mereka untuk percaya," jelas Katley.

"Sebelumnya saya sama sekali tak percaya hantu, tapi sekarang sepertinya tak lagi demikian," imbuh Katley.(*)


11.54 | 0 komentar | Read More

Menteri Susi: PNBP Hanya Rp 300 Miliar, "It Doesn't Make Sense"

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyayangkan subsidi yang diberikan negara untuk sektor kelautan dan perikanan besar, tetapi penerimaan negara bukan pajak dari sektor ini sangat kecil. 

"Kita data ada 5.329 kapal dengan alokasi BBM (bahan bakar minyak) 2,1 juta kiloliter per tahun. Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 11,5 triliun, PNBP hanya Rp 300 miliar saja. Jelas negara dirugikan Rp 11 triliun. Ini tidak boleh terjadi lagi," kata dia dalam konferensi pers, Jumat (31/10/2014). 

Susi bilang, dia ingin mendapatkan hasil yang setara dengan cost atau biaya yang dikeluarkan negara. Menurut dia, PNBP yang hanya sekian ratus miliar itu tidak masuk akal. "Secara commercial sense. It doesn't make sense," ucap Susi. 

Atas dasar itu, Susi bilang ingin menata ulang kebijakan yang ada, agar kegiatan bisnis kelautan dan perikanan bisa mengikuti kaidah-kaidah lingkungan yang lebih baik, serta memberikan pendapatan negara lebih besar. 

Salah satunya dengan membuka akses data kelautan dan perikanan agar semua orang bisa ikut mengawasi. Susi juga mengatakan, sampai saat ini sektor kelautan belum bisa menyejahterakan semua pihak. Sebab, banyak hal yang belum pada tempatnya. 

Susi bilang, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. "Saya mau membawa semua pemangku kepentingan menjadi active participant," kata dia.


11.54 | 0 komentar | Read More

”Blue Core”, Tulang Punggung Yamaha di Masa Depan

TRIBUN-MEDAN.com, Jakarta – Yamaha Indonesia menggantungkan harapan pada sepeda motor terbaru yang disebut generasiBlue Core. Saat ini model sedang dikembangkan khusus untuk Indonesia, berjenis skuter, ditengarai 125cc, dan akan meluncur dalam waktu dekat.

Generasi mesin yang diklaim ramah lingkungan, irit bahan bakar, dan berperforma tinggi ini sebelumnya sudah muncul di Vietnam dengan skuter Nozza Grande. Lalu Thailand dengan nama Filano. Sedangkan di India muncul di jajaran sepeda motor sport FZ-Series.

"Untuk Indonesia, sedang kami kembangkan model baru. Mesin akan di-setting dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Bukan Nozza Grande atau Filano, tapi akan lebih optimal dari keduanya," kata Takuya Kinoshita, GM Department Development Model Platform Yamaha Jepang, (29/10/2014).

Pembakaran maksimal
Sederhananya, teknologi Blue Core akan memaksimalkan kinerja mesin dengan pembakaran biasa menjadi lebih dahsyat. Pada dunia roda empat, beberapa merek sudah melakukannya. Misalnya Mazda dengan teknologi Skyactiv atau Ford yang mengandalkan mesin EcoBoost.

Dikatakan Kinoshita, dengan mesin Blue Core, bahan bakar lebih irit sampai 50 persen. Hal itu dicapai karena terciptanya sistem pendingingan yang baik, ditambah dengan pembakaran yang sempurna dengan memaksimalkan setiap ledakan pada ruang bakar.

"Blue Core ini akan menjadi platform mesin untuk pasar global. Ke depannya, setelah diterapkan untuk model komuter di pasar ASEAN, kami akan menggunakan mesin ini sebagai basic untuk pengembangan mesin-mesin Yamaha di masa akan datang," urai Kinoshita.


11.54 | 0 komentar | Read More

Ismi Ingin Hadiahi Rasa Malu kepada Para Penegak Hukum

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Tahanan kasus pemerasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pematangsiantar Idran Ismi dkk geram dengan pernyataan pihak Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar yang mengatakan bahwa surat putusan (vonis) telah diserahkan kepada mereka namun mereka menolak.

"Sesuai pemberitaan Tribun Online hari Rabu terkait pernyataan panitera PN Siantar terkait berkas perkara banding jaksa Ismi dkk, telah dikirim ke PT Medan, dikarenakan Ismi dkk menolak penyerahan vonis, saya, Idran Ismi mewakili Yudha, Sihol, Robi dan Soripada menerangkan, bahwa selain Kapolresta Siantar, Kejari Siantar, Ketua PN Siantar bersama oknum penyidik Sat Reskrim pimpianan AKP Hasoloan Sinambela, JPU-nya pimpinan Agus Salim, Majelis Hakim PN Siantar yang diketuai Martua Sagala yang terlibat rekayasa kasus, penuntutan dan vonis perkara Ismi dkk, kini Panitera PN Siantar dan pegawai PN yang dikatakan mengantarkan berkas banding Ismi dkk yang melaporkan jika Ismi dkk menolak berkas banding dan vonis ismi dkk, juga telah mengikutkan diri mereka satu kesatuan bersama bandar narkoba Siantar dan kurirnya asal Tanjungbalai Apin Liu dan Iqbal cs. Vonis kami yang tidak pernah disodorkan kepada kami. Tiba-tiba orang itu melemparkan ke Pengadilan Tinggi," ujarnya, melalui pesan singkat, Jumat (31/10/2014).

Atas kekesalan itu, Ismi pun ingin memberikan hadiah berupa rasa malu kepada para aparat penegak hukum yang membuatnya kecewa.

"Dimana ada toko yang menjual rasa malu? Kalau ada, aku mau beli 6 buah. Untuk kuberikan kepada orang-orang yang kusayangi. Tolong carikan," ujar tahanan lainnya, Yudha.

"Yang pertama untuk Kapolres Siantar Slamet Loesiono, yang kedua Ketua Pengadilan Viktor Pakpahan, yang ketiga Martua Sagala, yang keempat Ladies Bakkara, yang kelima Agus Salim, yang keenam Ketua Kejari Rudi Pamenan."

Sementara itu, Yudha agaknya telah memaafkan Roziyanti, salah satu hakim anggota yang memimpin persidangannya waktu itu.

"Kalau Bu Roziyanti tidak. Karena dia waktu ribut-ribut kemarin, dia ketakutan dan melipatkan tangan, memberikan kode. Mencerminkan wajahnya ketakutan dan kebingungan. Dia istilahnya buah simalakama," katanya.

Dalam imajinasi mereka, rasa malu adalah sesuatu yang "invisible" tapi nyata.

"Rasa malu itu tolong carikan. Dalam imajinasi kami, rasa malu itu tidak berbentuk, tapi dia nyata. Ada, bukan abstrak. Apabila dia bersentuhan dengan tubuh kita, kita pakai, kita akan tunduk malu kalau berbuat salah," katanya.

Sementara itu, Ismi pun mengibaratkan hakim dan jaksa bak seorang hansip yang kecolongan oleh maling saat lalai menjalankan tugasnya, dengan dalih karena dikejar-kejar hantu.

"Hansim, hakim, dan jaksa di Siantar, sama-sama lari maraton. Kalau hansib lima televisi hilang akibat meninggalkan amanah masyarakat hanya karena mau menonton keyboard. Alasannya karena dikejar-kejar hantu. Sementara Martua sama Agus Salim, dikejar-kejar waktu. Kalau hansip tadi lima televisi hilang, kalau mereka lima kebenaran satu keadilan hilang. Aku pun sudah rindu kali sama si Agus Salim itu," katanya.

(amr/tribun-medan.com)


11.54 | 0 komentar | Read More

Google Kembangkan Pendeteksi Kanker

Written By Unknown on Rabu, 29 Oktober 2014 | 11.53

Google kian melebarkan sayap ke bidang kesehatan dengan mengembangkan metode pendeteksi kanker dan potensi serangan jantung.

Perusahaan yang dikenal dengan mesin pencari di dunia maya itu dilaporkan tengah berupaya menggabungkan teknologi nanopartikel dan peranti sensor ala jam tangan.

Bila konsep Google terwujud, pemakai sensor dapat memantau peredaran darah serta komposisi darah.

Bila terdapat jejak-jejak kanker dalam darah, sang pemakai sensor akan bisa mengetahuinya.

Proyek ini dipimpin Dr Andrew Conrad, seorang ahli biologi molekular yang sebelumnya mengembangkan tes HIV dengan harga yang terjangkau masyarakat luas.

"Yang sedang kami coba lakukan ialah mengubah obat dari reaktif dan transaksional mengenai proaktif dan preventatif. Nanopartikel memberikan Anda kemampuan untuk menjelajah tubuh dalam skala molekular dan selular," kata Conrad.

Menurut Conrad, seseorang yang hendak memakai teknologi pendeteksi Google nantinya harus terlebih dulu menelan pil berisi nanopartikel.

Nanopartikel tersebut kemudian beredar dalam darah dan menempel ke sel-sel tertentu, termasuk sel kanker.

Informasi yang didapat nanopartikel kemudian ditangkap alat sensor seperti jam tangan yang dipakai orang tersebut.

Kesehatan

Google secara bertahap meningkatkan investasi kesehatan.

Pada bulan Januari Google meluncurkan lensa kontak pintar yang dapat mengukur kadar glukosa dalam air mata untuk memantau orang-orang yang mempunyai penyakit diabetes.

Lalu, pada awal September lalu, Google membeli perusahaan bioteknologi yang mengembangkan sebuah sendok yang dirancang untuk para pasien penyandang Parkinson.

Bagi pendiri Google, Sergey Brin, upaya mengembangkan teknologi kesehatan adalah kepentingan pribadi.

Ibunya pernah menderita Parkinson dan, setelah uji coba gen yang dilakukan, dia memiliki kemungkinan menderita penyakit itu.

Salah satu rekan pendiri Google lainnya, Larry Page, menderita masalah pada pita suara.

Dia tertarik membuat data yang membantu memecahkan sejumlah penyakit yang paling bermasalah di dunia.


11.53 | 0 komentar | Read More

Kata Pegawainya, Ini yang Paling Dibenci Susi Pudjiastuti

TRIBUN NEWS / DANY PERMANA

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGANDARAN — Ada satu hal yang paling dibenci oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam kesehariannya. Apakah itu?

"Bu Susi itu paling benci kepada orang yang menebang pohon. Ia pasti langsung marah jika karyawannya menebang pohon meski untuk kebutuhan pembangunan di sekitar rumahnya," ujar Rustam Effendi, salah satu pegawai Susi, Selasa (28/10/2014).

Rustam pun bertutur, suatu ketika majikannya itu marah-marah kepada seorang karyawan yang menebang pohon kecil di rumahnya. Padahal, kata dia, pohon itu ditebang karena lokasinya berada di salah satu proyek pembangunan.

Menurut Rustam, yang dilakukan Susi kemudian adalah memindahkan lokasi pembangunan ke area yang tak mengganggu pepohonan dan tanaman. "Bu Susi benci kepada penebang pohon, karena dia aktivis lingkungan yang selalu menjaga pepohonan dari penebang liar."

Rustam mengatakan, Susi adalah pencinta lingkungan hidup yang bahkan pernah menjadi pengurus Wahana Lingkungan Hidup.


11.53 | 0 komentar | Read More

Jokowi Lambaikan Tangan ke Masyarakat

KOMPAS/TOMY TRINUGROHO A

Presiden Joko Widodo, Rabu (29/10/2014), pukul 09.30 WIB, mendarat di Pangkalan TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera 


TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Masyarakat mulai makin mendesak ke tengah jalan ketika mendengar sirene mobil polisi. Dengan tak sabaran mereka melongokkan kepala dan memasang kamera handphone untuk memoto kedatangan Jokowi di Simpang Kuala Medan,Rabu (29/10/2014).

Mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung, Jokowi membuka kaca mobil sebelah kiri, mengeluarkan sedikit kepalanya dan tersenyum sambil melambaikan tangan kepada masyarakat yang sudah menunggunya sejak lama.

(Der/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Masa Kritis Tessy Sudah Lewat Usai Tenggak Cairan Pembersih Kloset

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Masa kritis yang dialami oleh pelawak Kabul Basuki alias Tessy di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, berlangsung selama tiga hari, yakni dari Jumat (24/10/2014) sampai Senin (27/10/2014). Tessy diketahui menenggak cairan pembersih lantai di rumahnya di kawasan Halim, Jakarta Timur, Kamis (23/10/2014).

"Masuk ICU (Intensive Care Unit) 24 Oktober malam jam 01.00 WIB, tanggal 27 siangnya sudah keluar, menjalankan perawatan inap," tutur Humas RS Polri AKBP Kristianingsih kepada Kompas.com, Rabu (29/10/2014) pagi.

Hingga saat ini, Tessy masih menjalani perawatan di RS Polri dengan penjagaan dari personel Mabes Polri. Alasan pelawak yang gemar mengenakan cincin batu akik itu menenggak cairan pembersih lantai juga belum diketahui.

Sebelumnya, Tessy terlebih dahulu ditangkap di kediaman rekannya di Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 22.00 WIB pada hari yang sama saat dia ditangkap. Tessy kedapatan tengah mengonsumsi narkoba jenis sabu bersama kedua rekannya.

Dari tangan pelawak yang tergabung di dalam grup Srimulat itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabur seberat 1,6 gram, alat pengisap sabu (bong), ponsel, dan buku tabungan. Tessy meminum cairan pembersih lantai saat petugas hendak membawanya ke Kantor Direktorat IV Narkotika Bareskrim Polri.


11.53 | 0 komentar | Read More

Ibu Sembilan Anak Tewas Ditabrak Xenia di Pasar Bengkok

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rahayu Dewi (65) warga Jl Lubuk Kuda, tewas ditabrak mobil Xenia BK 1329 QM. Ibu rumah tangga beranak sembilan ini diseruduk mobil saat dirinya berbelanja di pasar Bengkok, Jl Aksara.

Menurut penuturan anak korban, kejadian ini baru diketahuinya dari sejumlah warga. "Awalnya saya dapat kabar, katanya ibu saya kecelakaan. Terus saya langsung ke rumah sakit Pirngadi," kata anak korban bernama Azhari, di rumah duka, Rabu (29/10/2014).

Menurut Azhari, saat itu ibunya hendak menaiki becak dayung yang baru distopnya. Ketika tengah menawar ongkos, pengendara mobil Xenia yang belum diketahui identitasnya melaju kencang dan menyeruduk tubuh korban hingga terpental beberapa meter.

"Di bagian kepala robek. Sekarang ini kami lagi mengurus untuk pemakamannya lah," kata Azhari. Pantauan Tribun di rumah duka, sejumlah kerabat korban tampak berkumpul.

Beberapa di antaranya terlihat mengurus pemakaman korban. Hingga saat ini, pelaku dikabarkan telah diamankan di pos Lantas Polsekta Percut Seituan.(cr5/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger