Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Siswi Berjilbab Bermain Gitar Metalcore, Dipuji Majalah Metal Internasional

Written By Unknown on Kamis, 08 Januari 2015 | 11.53

TRIBUN-MEDAN.com - Jika tidak memegang gitar, Meliani Siti Sumartini (15) tampak seperti siswi sekolah biasanya di Indonesia. Ia memakai hijab dan berwajah imut, tak ada kesan sebagai "anak metal" dan "guitar hero". Tapi, ketika ia memegang gitarlistrik, ia mampu Ia mampu memainkan rif-rif metal.

Mel, begitu ia disapa, mengunggah banyak video dirinya memainkan cover song band-band metal kenamaan memakai gitar di laman berbagai video Youtube.com.

Misalnya, dalam salah satu video yang berdurasi 3:53, Mel yang masih mengenakan seragam sekolah menggerakkan jemari lentiknya di neck gitar. Tidak main-main, ia memainkan lagu "Hourglass" dari band cadas Lamb of God.

Hebatnya lagi, videonya tersebut ternyata juga diambil oleh laman khusus luar negeri yang membahas musik metal bertajuk http://www.metalinjection.net/.

Tak sedikit pula "anak-anak metal" luar negeri yang memuji videonya di Youtube tersebut. "+MelSickScreamoAnnie great job and well done, keep it up from one LoG fan to another we support you :)," tulis Scott.

"Awesome shreds! Hails from Costa Rica. HORNS UP \m/(>_ tulis André McMosh. (*)


11.53 | 0 komentar | Read More

Dualisme yang Dialami PPP dan Golkar Sulit Terjadi di PAN

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional(PAN) segera melangsungkan pemilihan ketua umum periode 2015-2020 dalam Kongres ke-4 PAN bulan April 2015.

Isu perpecahan yang sudah dalami PPP dan Partai Golkar menjelang pemilihan ketua umum baru diyakini Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Azis Subekti sulit terjadi.

"Indikasi (keretakan) PAN seperti PPP tidak ada. Tetapi dinamika politik ada. Ada yang ingin Hatta memimpin, ada yang ingin rotasi kepemimpinan," kata Aziz di DPP PAN, Rabu (7/1/2015) malam.

Dirinya mengatakan, tak ada perbedaan prinsip mendasar di antara Hatta dan Zulkifli yang berpotensi bisa menimbulkan perpecahan di tubuh partai. Hal itu misalnya terlihat pada arah koalisi PAN. Siapapun yang bakal terpilih menjadi ketua umum, ujar Azis, PAN akan tetap berada di Koalisi Merah Putih.

Meskipun demikian, dirinya meyakini perubahan tetap akan terjadi di bawah ketua umum baru.

"Secara prinsip memang (Hatta-Zulkifli) tidak berbeda). Namun PAN tetap akan melakukan perubahan di AD/ART Partai,"kata Azis.

Diketahui, PAN telah Rapat Kerja Nasional yang menetapkan waktu dan lokasi penyelenggaraan Kongres PAN pada 28 Februari 2015 di Bali. Dalam Kongres ke-4 PAN itu mengagendakan pemilihan ketua umum. (*)


11.53 | 0 komentar | Read More

Inilah Foto Pascapenembakan Kantor Charlie Hebdo

TRIBUN-MEDAN.COM, PARIS - Sebanyak 12 orang tewas diberondong peluru AK-47 dan peluncur roket yang dilepaskan sejumlah orang tak dikenal di pusat Kota Paris, Perancis, tepatnya di depan kantor Charlie Hebdo, Rabu (07/01/2015) sore waktu setempat.

Charlie Hebdo merupakan majalah yang dikenal ekstrim dan beraliran kiri. Didirikan tahun 1972 dan sempat dibreidel ini (terbit kembali tahun 1990), majalah ini pernah tiga kali menerbitkan kartun-kartun seorang berwajah dan berpakaian ala Timur Tengah yang kemudian diasumsikan sebagai Nabi Muhammad SAW.

Pertama pada edisi Februari 2006 dan selanjutnya November 2011. Atas penerbitan kedua, kantor majalah ini sempat dilempari bom molotov.

Pada tahun 2012, Charlie Hebdo, kembali jadi sasaran kemarahan setelah menayangkan ulang kartun seorang berwajah Arab tanpa busana di saat aksi unjuk rasa tengah bergolak di seluruh dunia, memprotes film "Innocence of Muslims" yang dianggap menghina agama Islam.


11.53 | 0 komentar | Read More

Cita Citata dan Ivan Gunawan Makin Mesra, Ijonk:Iya Saya Cemburu

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Galih Purnama alias Ijonk, sedang mengurus proses perceraiannya di Pengadilan Agama Kota Bandung. Keputusan itu diambil Ijonk lantaran sudah tak kuat melihat kemesraan istrinya, Cita Rahayu alias Cita Citata yang kerap mengumbar kemesraan dengan perancang busana Ivan Gunawan.

"Saya merasa tidak dihargai," kata Ijonk seperti dikutip Tribunnews.com dari Tabloidnova.com.

Ijonk mengaku kesal melihat kemesraan mereka yang seolah tak berkesudahan. Padahal, status Cita sampai saat ini, masih istri sah Ijonk. "Iya cemburu. Ini menyangkut harga diri saya lah sebagai laki-laki," ucap Ijonk.

Jika Cita sudah memiliki keputusan tegas untuk berpisah dari suaminya, Ijonk justru masih terlihat tarik ulur, meski nyatanya ia yang mendaftarkan gugatan cerai. Lalu, bagaimana jika nantinya Cita dan Ivan benar-benar menikah?

 "Itu haknya dia," kata Ijonk. "Dilihat dari infotainment, mungkin mereka sudah serius. Ya kalau (nikah) enggak apa-apa, yang penting selesai dulu masalahnya (cerai)." (Okki/Tabloidnova.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Fahri: Menhub Jangan Membuat Kontroversi Terkait AirAsia

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono bersama Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tiba di Lapangan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Rabu (7/1/2015). Kedatangan mereka untuk melihat proses pencarian pesawat AirAsian QZ 8501 dan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai perkembangan operasi tersebut. KOMPAS / HERU SRI KUMORO 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan sebaiknya Kementerian Perhubungantidak membuat pernyataan yang mengandung kontroversi dan berlebihan terkait maskapai penerbangan Air Asia yang baru saja mengalami musibah jatuhnya pesawat QZ 8501 di Selat Karimata.

"Tolong Kementerian itu menahan diri untuk tidak membuat kontroversi yang berlebihan," ujar Fahri usai menghadiri kegiatan haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kantor MMD Initiative, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

Menurut Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, sikap dari Kementerian Perhubungan yang kontroversi tersebut justru berbahaya. Fahri mengatakan jangan sampai nantinya publik menilai ada kepentingan terselubung di balik sikap kontroversi Menhub tersebut

"Kenapa airlines yang selama ini baik tiba-tiba diserang seperti ini. Nanti orang tuduh lagi menterinya. Jangan-jangan dia bekerja untuk kepentingan airlines lain. Nah ini menyebabkan harusnya Menteri Perhubungan itu berhati-hati," kata Fahri.

Namun Fahri setuju perlu dilakukan investigasi menyeluruh terhadap jatuhnya Pesawat Air Asia yang hingga kini masih belum utuh ditemukan, baik korban maupun puing pesawat.

"Saya setuju kalau ada investigasi, tapi menyeluruh. Dan itu platformnya adalah keamanan penerbangan dan keamanan rakyat Indonesia dalam bertransportasi. Terutama udara," tutur Fahri. (*)


11.53 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Kemarahan Penumpang Citylink Undang Perhatian Banyak Orang

Written By Unknown on Rabu, 07 Januari 2015 | 11.53

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUK PAKAM - Kemarahan penumpang pesawat Citylink QG 143 menarik perhatian pengunjung bandara Kuala Namu International Airport (KNIA). Bagaimana tidak, para penumpang Citylink yang dibatalkan penerbangannya memadati area tiketing bandara, Rabu (7/1/2015).

Kemarahan yang menimbulkan keributan membuat belasan petugas Avsec turun ke area tiketing. Namun para petugas hanya terdiam sambil memantau masing-masing petugas.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari pihak maskapai mengenai kapan para penumpang yang ditunda penerbangannya diberangkatkan. Fajar satu pihak Citylink mengatakan kalau mereka sedang berkordinasi dengan pihak Outoritas Bandara Kualanamu.

Sebelumnya, Puluhan penumpang pesawat Citylink QG 143 tujuan Medan-Jakarta mengamuk di area tiketing Bandara Kualanamu, Rabu (7/1/2015). Amukan penumpang terjadi karena penerbangan dibatalkan pihak maskapai. Seharusnya penerbangan dijadwalkan pukul 11.00 WIB.

"Kami mau kerja, kalau kami di PHK mau kalian tanggung jawab, jangan seenak kalian saja membatalkan penerbangan," kata satu penumpang kepada www.tribun-medan.com. Mengetahui hal itu, tidak banyak lontaran kata yang keluar dari mulut petugas tiketing Citylink yang diketahui bernama Hotma.

(dra/tribun-medan.com)

Ikuti perkembangan Breaking News Tribun beberapa saat lagi


11.53 | 0 komentar | Read More

Dukung Kebijakan Obligasi Daerah

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin mengatakan, otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang fokus terhadap pengembangan Obligasi daerah perlu didukung.

"Wacana agar pemerintah daerah mampu menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan merupakan wacana yang positif. Ini bukan merupakan yang pertama, sejumlah Negara maju khususnya Amerika Serikat telah memberdayakan pemerintah daerahnya untuk mandiri menerbitkan obligasi daerah," katanya melalui pers rilis yang diterima www.tribun-medan.com, Rabu (7/1/2015).

Selain itu, kata dia, Obigasi yang dalam bahasa sederhana diartikan sebagai surat tanda berhutang, maka disaat pemerintah melakukan pembiayaan dengan menerbitkan obligasi tersebut maka pemerintah sebenarnya meminjam uang. Dalam nominal tertentu, pembayaran bunga tertentu serta dengan tempo tertentu pula.

"Untuk memenuhi syarat agar obligasi daerah ini mampu diserap oleh investor, maka yang pertama adalah laporan keuangan daerah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Selain itu, ada rasio yang harus dipenuhi, yakni rasio antara pendapatan asli daerah ditambah anggaran yang dtransfer dari pusat dibandingkan dengan jumlah hutangnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, kalau PAD nya membaik dari tahun ketahun, dan sangat potensial untuk membayar cicilan bunganya maka obligasi daerah tersebut layak untuk diterbitkan. Selain itu kombinasi pendapatan asli daerah dan transferan masuk dari pemerintah pusat minimal 75% dari total hutang.

"Akan tetapi ada beberapa masalah yang harus diketahui menerbitkan obigasi daerah tersebut. Pertama adalah kemampuan sumber daya manusia di pemerintahan daerah itu sendiri. Dengan kemampuan SDM yang tidak mumpuni dikuatirkan penerbitan Obligasi daerah ini bisa menuai masalah di masa yang akan datang," katanya.

Ia mengungkapkan, kualitas SDM ini berarti aparat pemerintahan memiliki profesionalisme yang baik dalam  pengelolaan proyek yang dibiayai oleh Obligasi tersebut. Bila SDM pemerintahan tidak mumpuni, investor akan mempertanyakan bagaimana nantinya proyek-proyek yang dibiayai tersebut akan memberikan PAD yang optimal.

"Misalkan Obligasi daerah diterbitkan untuk membangun jalan tol atau pelabuhan yang nantinya bermuara untuk mendatangkan PAD. Sehingga malasah bukan hanya selesai pada penerbitan Obligasi tersebut. Lebih dari itu pengelolaan proyek tersebut baik dalam kondisi yang tengah berjalan ataupun setelah selesai itu bagaimana?," ujarnya.

Baginya, Obligasi daerah yang diterbitkan memang akan memberikan ruang yang lebih baik untuk pengelolaan keuangan daerah. Namun, obligasi daerah ini merupakan hal yang baru bagi pemerintah daerah kita. Sehingga ada baiknya berhati-hati serta dilakukan dengan perencanaan yang matang.

"Kita misalkan saja, pemerintah daerah mau menerbitkan obligasi daerah. Temponya 5 tahun, maka yang dipikirkan adalah skema pembayaran bunganya, bunga itu bisa dibayarkan bulanan, triwulanan atau tahunan. Nah uang untuk membayar bunga tersebut seharusnya dialokasikan dalam anggaran," katanya.

Tak hanya itu, setelah itu, pada saat jatuh tempo. Apakah pada saat jatuh tempo uang tersebut sudah tersedia di anggaran?, kalau belum langkah apa yang dilakukan?. Apakah akan berhutang lagi atau gimana. Kalau ternyata harus menjual proyek yang telah selesai dkerjakan, saya pikir hal itu tidak mungkin. Terlebih dijual ke pihak swasta, bisa menimbulkan pro kontra nantinya. Karena proyek-proyek infrastruktur itu balik modalnya lama sekali. Terlebih proyek tersebut nantinya akan menjadi pemilik pemerintah daerah yang mendatangkan PAD.

"Bukan merupakan proyek selesai langsung di jual dan bisa membayar pokok hutang. Selain itu bila nantinya pemerintah daerah ingin menerbitkan obligasi daerah sebaiknya diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk enjadi investor. Hal ini sekaligus akan melibatkan masyarakat dalam pembangunan daerahnya," ungkapnya.

(*/tio/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Kebocoran Iklan Reklame di Medan Capai 50-60 Miliar

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang pengusaha periklanan berinisial SL kecewa dengan pelayanan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan yang lambat memberikan berbagai izin di antaranya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin mendirikan Billboard iklan reklame. Padahal prosedur pengurusan sudah diberikan sejak April 2014.

"Jujur saja saya kesal dengan mekanisme pengurusan iklan reklame sekarang, sudah memberikan uang pengurusan dan saya sudah siapkan. Tapi proses pengurusan belum kelar sampai sekarang. Ada 100 pengusaha yang mengurus izin tapi tak kelar-kelar juga hingga sekarang," ujarnya saat dihubungi www.tribun-medan.com, Rabu (7/1/2014).

Dia menjelaskan, proses pengurusan izin yang berhubungan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipersulit. Bahkan sekitar 60 titik billboard yang diajukannya belum ada keluar hingga sekarang, tanpa ada keterangan yang jelas. Padahal seluruh persyaratan yang termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) sudah dipenuhi.

"Banyak orang yang menikmati ketidakjelasan peraturan ini, saya yakin 85 persen billboard iklan reklame di Medan ilegal artinya tidak memberikan izin. Untuk Kota Medan saja saya prediksi ada 11000 iklan reklame dengan total kebocoran Rp 50-60 Miliar," katanya.

Selain itu, kata dia, Dinas TRTB telah melakukan pembiaran pada berbagai lokasi yang dilarang untuk mendirikan Billboard seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro serta kawasan depan Aston. Namun, dilapangan seluruh areal terlarang pasang iklan tersebut sudah menjadi hutan reklame.

"Ibaratnya kita sudah mengikuti aturan ke jalan yang benar tapi mereka yang buat kita melanggar, sehingga jangan heran banyak pengusaha yang memasang iklan secara ilegal awalnya ditaruk iklan tokoh (orang penting) tertentu dan setelah aman langsung dipasang iklan," ujarnya.

(tio/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Rumah Pembunuh PRT Dibongkar Lagi?

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penyiksaan dan pembunuhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang dilakukan pemilik CV Maju Jaya, Syamsul Anwar dan istrinya Randika kini masih bergulir ditangan Polresta Medan dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Kabar terakhir, berkas para tersangka dikembalikan jaksa ke polisi.

Informasi diperoleh www.tribun-medan.com di lapangan menyebutkan, bahwa dipulangkannya berkas tersangka Syamsul lantaran jaksa berpendapat masih ada kekurangan alat bukti pada berkas yang telah dilimpahkan polisi ke jaksa.

Beberapa bukti yang dianggap masih kurang diantaranya yakni keterangan saksi ahli. Informasi lain, Polresta Medan berencana akan membongkar kembali rumah Syamsul yang berada di Jl Madong Lubis/Jl Beo, Lingkungan XI, Sidodadi, Medan Timur, hari ini, Rabu (7/1/2015).

Alasan pembongkaran itu sendiri karena polisi ingin mencari bukti baru yang berkaitan dengan kasus penganiayaan tersebut. Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram ketika dikonfirmasi www.tribun-medan.com sayangnya belum bersedia memberikan komentar.

Ketika dihubungi, Wahyu belum mau menjawab selularnya. Kanit VC/Judisila, AKP Martuasah Tobing ketika dikonfirmasi www.tribun-medan.com mengaku bahwa pembongkaran di rumah Syamsul agaknya ditunda.

"Kami masih berupaya mengumpulkan informasi. Sepertinya pembongkaran akan kami tunda," ujar Martuasah, Rabu (7/1/2015).

Ia mengatakan, informasi yang didapat sementara belum akurat. "Infonya belum A1 (akurat). Nanti akan kita dalami lagi. Atau tanyakan ke Kapolres. Karena belum ada perintah," terangnya singkat.

(cr5/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More

Kanit VC/Judisila Tunggu Perintah Kapolresta Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Unit Vice Control/Judi Asusila Satuan Reserse Kriminal (VC/Judisila Sat Reskrim) Polresta Medan, AKP Martuasah Tobing mengaku bahwa pembongkaran rumah tersangka Syamsul Anwar menunggu perintah Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta Karokaro.

Hal itu dikemukakan Martuasah ketika disinggung soal rencana pembongkaran rumah tersangka. (Baca:Rumah Pembunuh PRT Dibongkar Lagi?). "Kita masih menunggu perintah Kapolresta. Jadi begini, memang ada rencana pembongkaran hari ini. Namun sepertinya kita tunda," kata Martuasah, Rabu (7/1/2015).

Ia mengatakan, rencana penundaan itu lantaran polisi belum mendapatkan informasi akurat soal alat bukti baru yang tertanam di dalam rumah Syamsul.

"Infonya belum A1 (akurat). Makanya kita masih mengumpulkan informasi lagi. Nanti kalau sudah A1, baru kita laksanakan. Itupun tergantung perintah pak Kapolres. Karena saya kan hanya menjalankan perintah pak Kapolres," ujar Martuasah.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Polresta Medan dalam kasus ini telah melimpahkan berkas Syamsul Anwar Cs ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Sayangnya, setelah diserahkan, jaksa berpendapat ada alat bukti yang kurang.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram yang sebelumnya dikonfirmasi www.tribun-medan.com mengaku masih berupaya memanggil saksi ahli untuk mengetahui secara detail soal penerapan pasal traficking terhadap Syamsul.

Selain itu, polisi juga belum menyerahkan berkas detail mengenai jam kematian salah satu pembantu bernama Hermin alias Cici.

(cr5/tribun-medan.com)


11.53 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger