Petugas Pecah Konsentrasi Massa Pedagang

Written By Unknown on Kamis, 20 Juni 2013 | 11.53

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan, berupaya menerobos lokasi kios pedagang buku di Lapangan Merdeka. Mereka membagi kekuatan, untuk memecah massa pedagang yang terus berupaya menghalangi upaya pengosongan lokasi.

Demikian pun, pedagang terus berupaya membagi kekuatan di sekitar lokasi berjualan mereka. Sebagai provokasi, seorang melakukan berbagai statemen dengan menggunakan pengeras suara.

Pemerintah Kota Medan dalam rangka melakukan pengosongan lokasi berjualan buku di Sebelah Timur Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/6/2013). Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja telah mengatur barisan, sementara pedagang merapatkan barisan sembari menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Berbagai poster dan bendera merah putih dikibarkan sebagai lambang perlawanan. Mereka terus melantunkan lagu kebangsaan dan mengibarkan poster-poster yang mereka usung.

Puluhan pedagang buku di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/6/2013) pukul 10.00 WIB. Mereka berkumpul di gapura lokasi berjualan buku yang telah ditempati bertahun lamanya.

"Mari teman-teman, yang merasa pedagang buku yang haknya dirampas," ujar orator memandu rekan-rekannya sembari yang lain membagikan selebaran berupa poster.

Mereka mulai turun ke jalan Bukit Barisan, arah ke datangan dari aparat kepolisian, Satpol PP, dan juga anggota TNI.

Sementara pedagang bergabung dengan Ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) PAC Medan Barat. Mereka akan menentang kebijakan untuk merelokasi mereka dari lokasi berjualan selama ini.

Pantauan Tribun Medan di lokasi berjualan buku di sebelah timur Lapangan Merdeka Medan, sebagian kecil pedagang yang masih bertahan menggelar dagangannya sejak pagi. Mereka seakan tidak perduli dengan teguran dari pemerintah kota untuk mengosongkan lahan itu.

Seperti, Kamis (20/6/2013) sekitar pukul 09.00 WIB, pedagang memasang spanduk di pintu utama. "Kami menolak penggusuran pedagang lapangan merdeka secara semena-mena," demikian tulisan di kain putih itu. Disertai dengan bubuhan ribuan tandatangan.

Di sisi lain, pintu-pintu kecil akses ke lokasi tersebut ditutup menggunakan tali nilon. Mereka menaruh besi bekas di pintu-pintu kecil itu. Di sisi lainnya, sejumlah perempuan membentangkan kain putih dan meminta setiap orang yang lewat membubuhkan tandatangan di kain tersebut.

Ratusan personil Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/6/2013). Hari ini, batas terakhir yang diberikan pemerintah kota Medan, bagi pedagang buku di Lapangan Merdeka untuk mengosongkan lokasi itu.

Lokasi berdagang buku yang direncanakan untuk pembangunan Skybridge, menunjang pengoperasian Bandara Kualanamu Deliserdang ini harus segera dibangun. Yang juga merupakan program pembangunan nasional. Sehingga, arus penumpang dari stasiun kereta api Medan menuju dan dari Bandara Kualanamu bisa berjalan lancar.

Pemerintah kota telah memperingatkan dan telah mencabut izin berdagang di lokasi sebelah Timur Lapangan Merdeka Medan ini. Demikian pun, pedagang masih saja berjualan di sana. Padahal, pemerintah kota telah bekerjasama dengan PTKAI bahwa lahan relokasi yang baru di Jl Pegadaian. Lahan yang merupakan milik PTKAI itu diperuntukkan sebagai tempat baru bagi para pedagang.

Berhubung waktu pembangunan semakin sempit, maka pemerintah kota memilih untuk mengambil langkah agresif. Karena selama ini, langkah persuasif tidak diindahkan para pedagang.

(afr/tribun-medan.com)


Anda sedang membaca artikel tentang

Petugas Pecah Konsentrasi Massa Pedagang

Dengan url

http://medanngepos.blogspot.com/2013/06/petugas-pecah-konsentrasi-massa-pedagang.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Petugas Pecah Konsentrasi Massa Pedagang

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Petugas Pecah Konsentrasi Massa Pedagang

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger