SMS dari Balik Jeruji Besi

Written By Unknown on Senin, 15 Juli 2013 | 11.54

TRIBUN-MEDAN.com,Pada Sabtu (13/7/2013) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat kabinet terbatas, khusus membahas kejadian di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, dan harga daging sapi yang terus meroket. Rapat itu berlangsung di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sesaat setelah Presiden tiba dari kunjungannya ke Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Meski Presiden menyampaikan pengantar dengan intonasi yang tenang, siapa pun yang menyimak tahu, Presiden tengah marah. Secara gamblang Presiden menyatakan ketidaksenangannya kepada jajaran di bawahnya yang lambat menangani dua isu tersebut.

Presiden mungkin layak marah karena sistem informasi di jajaran pemerintah yang tidak berjalan dengan efektif, terkait persoalan kerusuhan di LP Tanjung Gusta. Bayangkan saja, Presiden justru terlebih dahulu memperoleh informasi kejadian itu dari tayangan media massa, termasuk televisi internasional, dibandingkan informasi yang diperolehnya dari jajaran di sistem pemerintahan. Ironisnya, hal itu terjadi untuk kesekian kalinya.

"Seharusnya sama cepatnya. Apa yang disiarkan ke media massa, ke rakyat kita, ke dunia, dengan informasi yang saya dapatkan (dari sistem), harus sama cepat. Bahkan, kalau bisa lebih cepat," kata Presiden.

Tidak hanya melalui media massa, Presiden bahkan juga menerima informasi kasus peristiwa di LP Tanjung Gusta dari jejaring sosial media, baik Twitter maupun Facebook. Presiden memang tergabung jaringan media sosial itu sehingga dia tahu apa yang menjadi perhatian kelompok warga internet (netizen) secara real time. Apalagi, di luar saluran itu, Presiden juga terbuka menyerap aspirasi warga melalui layanan pesan singkat (SMS) ke nomor 9949 dan surat ke PO Box 9949.

Pada kasus di LP Tanjung Gusta, Presiden malah menerima SMS dari narapidana di dalam LP.

"Intinya, Pak SBY jangan salah terima. Kami tidak berarti ingin melakukan sesuatu, tetapi listrik dan air penyebabnya. Dan tak ada respons yang memadai. Ada provokator memang," kata Presiden ketika menyampaikan isi SMS itu. Mengalir cepat

Entah kenapa bisa ada napi di dalam LP bisa mengirimkan SMS. Namun, bukan itu pokok persoalannya. Justru yang patut dicermati di sini adalah bagaimana sebuah informasi itu mengalir begitu cepat, melalui beragam saluran dan teknologi, dan memungkinkan diterima publik tanpa banyak jeda. Tidak hanya diterima rakyat Indonesia atau Presiden semata, tetapi juga warga dunia.

Langkah Presiden untuk bergabung dalam jaringan media sosial tentu sudah tepat dan patut diapresiasi. Pemimpin-pemimpin bangsa di dunia pun melakukan hal serupa. Melalui jaringan itu, paling tidak pemimpin bangsa bisa berinteraksi dengan rakyatnya secara real time, menyerap segala aspirasi publik, tanpa harus terbentur protokoler kenegaraan. Tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga merespons tuntutan publik.

Tanggap dalam menjawab dan melayani kebutuhan publik, serta mengurangi kesenjangan antara informasi yang diterima dan realitas. Itu esensinya.

Yang menjadi persoalan justru ketika jajaran di bawah Presiden tidak mampu menangkap situasi teknologi informasi saat ini. Kesan yang muncul akhirnya pemerintahan yang lamban dalam merespons dinamika di masyarakat. Ini yang terjadi dalam kasus LP Tanjung Gusta, di mana hampir 10 jam insiden terjadi tidak ada pernyataan resmi (official statement) dari pejabat terkait.

"Saya tunggu responsnya, termasuk reaction time itu kurang cepat, baik dari (pejabat) daerah maupun pusat. Sepuluh jam tanpa official statement itu tidak bagus. Tidak harus pernyataan itu menunggu lengkapnya. Tidak harus segala sesuatunya sudah dilakukan," kata Presiden.

"Keluarkan statement. Ada kejadian, ya dan pemerintah sedang mengatasi. Di daerah begini, di pusat begini, investigasi sedang dilakukan, begitu seterusnya," kata Presiden.

Kerusuhan di LP Tanjung Gusta terjadi pada Kamis (11/7/2013) sore, yang berakhir dengan kebakaran LP sejak sekitar pukul 18.00. Pada saat bersamaan, ada acara buka puasa bersama di Istana Negara yang dihadiri Presiden dan sejumlah pejabat tinggi negara. (C Wahyu Haryo PS)


Anda sedang membaca artikel tentang

SMS dari Balik Jeruji Besi

Dengan url

http://medanngepos.blogspot.com/2013/07/sms-dari-balik-jeruji-besi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

SMS dari Balik Jeruji Besi

namun jangan lupa untuk meletakkan link

SMS dari Balik Jeruji Besi

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger